Balihotnews.com | DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya penipuan berkedok giveaway yang mengatasnamakan Gubernur Bali.
Modus penipuan ini menyebar melalui pesan WhatsApp, video call, hingga surat palsu yang memuat logo instansi pemerintah dan foto pejabat untuk meyakinkan calon korban.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, IB Surja Manuaba, menegaskan bahwa Gubernur Bali tidak pernah menyelenggarakan pembagian hadiah dalam bentuk apa pun.
“Jika ada yang meminta pembayaran untuk mengaktifkan hadiah, itu sudah pasti penipuan. Kami mengimbau masyarakat tidak merespons pesan mencurigakan dan tidak memberikan data pribadi,” ujar Surja Manuaba dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).
Menurut Surja Manuaba, sejumlah laporan yang diterima Pemprov menunjukkan pola penipuan serupa. Pelaku menghubungi warga menggunakan nomor tak dikenal, mengaku sebagai perwakilan Gubernur Bali, lalu menyampaikan bahwa korban memenangkan hadiah ratusan juta rupiah. Untuk mencairkan hadiah, korban diminta membayar “biaya pengaktifan” sebesar Rp350.000.
Modus tersebut diperkuat dengan surat palsu beratribut lembaga negara seperti Kementerian Keuangan, Polri, DJP, hingga OJK agar tampak resmi dan meyakinkan.
Pemprov Bali menegaskan bahwa seluruh informasi itu palsu. Pemerintah tidak pernah meminta biaya administrasi, biaya aktivasi hadiah, atau imbalan apa pun dalam bentuk uang.
Surja Manuaba pun meminta masyarakat berhati-hati terhadap penggunaan foto pejabat, logo instansi, atau kop surat palsu yang kerap menjadi alat pembenaran bagi para penipu.
“Warga yang menerima pesan serupa dapat melapor ke kepolisian, melalui kanal lapor.go.id, atau ke saluran resmi Pemprov Bali,” tandasnya.*** (dre)





