FPRB Tanjung Benoa Mendunia, Wakili Indonesia di Konferensi Mitigasi Tsunami Internasional

Ketua FPRB Tanjung Benoa, I Wayan Deddy Sumantra (kiri), bersama Ni Nyoman Era Jumantini (kanan), mewakili Indonesia pada dua agenda konfrensi mitigasi tsunami yang digelar di Hyderabad, India, pada pertengahan November 2025 lalu. (Balihotnews/Ist).
Ketua FPRB Tanjung Benoa, I Wayan Deddy Sumantra (kiri), bersama Ni Nyoman Era Jumantini (kanan), mewakili Indonesia pada dua agenda konfrensi mitigasi tsunami yang digelar di Hyderabad, India, pada pertengahan November 2025 lalu. (Balihotnews/Ist).

Balihotnews.com | BADUNG – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa kembali menorehkan prestasi di tingkat global. Organisasi komunitas berbasis mitigasi bencana yang berada di Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung itu dipercaya mewakili Indonesia dalam dua agenda internasional bertaraf prestisius yang digelar di Hyderabad, India.

Ketua FPRB Tanjung Benoa I Wayan Deddy Sumantra, bersama delegasi Ni Nyoman Era Jumantini, berpartisipasi dalam First Conference of the Ocean Decade Tsunami Programme (ODTP) pada 10–11 November 2025, serta International Tsunami Symposium (ITS) 2025 pada 12–14 November 2025.

Kedua forum internasional tersebut diselenggarakan oleh Indian National Centre for Ocean Information Services (INCOIS).

“FPRB Tanjung Benoa mewakili Indonesia menghadiri dua agenda prestisius yang mempertemukan pakar tsunami dari berbagai negara dunia,” ujar Deddy kepada Balihotnews.com, Senin (24/11/2025).

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

Deddy mengatakan, keikutsertaan ini menandai meningkatnya pengakuan global terhadap kontribusi komunitas lokal Indonesia dalam mendukung implementasi program mitigasi berbasis sains.

ODTP sendiri merupakan bagian dari United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development 2021–2030, yang bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir melalui kolaborasi ilmiah dan pengembangan kapasitas.

Dalam forum tersebut, para delegasi membahas strategi peringatan dini, pemetaan risiko tsunami, hingga penguatan edukasi publik.

“Kehadiran FPRB Tanjung Benoa memberi kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan pengalaman lapangan dan praktik pengurangan risiko berbasis komunitas yang telah berhasil diterapkan di wilayah Tanjung Benoa dan sekitarnya,” lanjut Deddy, yang juga menjabat Kepala Lingkungan Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa.

Berita Terkait:  Klungkung Butuh Energi Baru, Putu Tika Dorong Putra Daerah Pulang Mengabdi

Pada agenda ITS 2025, para pakar mempresentasikan perkembangan teknologi pemodelan tsunami, infrastruktur tahan bencana, serta strategi komunikasi risiko yang lebih efektif.

Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong inovasi mitigasi bencana di kawasan rawan risiko.

“Keterlibatan FPRB Tanjung Benoa juga membuka peluang kerja sama internasional yang akan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, transfer teknologi, serta penerapan praktik terbaik mitigasi bencana,” tegasnya.

Deddy berharap pengalaman yang dibawa pulang dapat memperkuat program edukasi tsunami, simulasi evakuasi, serta sistem peringatan dini berbasis komunitas di Tanjung Benoa.

“Partisipasi ini mencerminkan komitmen kami untuk terus berperan dalam agenda global pengurangan risiko bencana dan membawa nama Indonesia di panggung internasional,” tutupnya.*** (dre)

Berita Terkait:  Stok BBM Bali Ditambah, Antrean Kendaraan di SPBU Denpasar dan Badung Masih Mengular

 

Berita Terkini