Nusa Penida Kencangkan Gerakan Hijau Lewat PSBS

Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan pembatasan sampah sekali di Balai Desa Batununggul, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (12/11/2025). (Balihotnews/ist)
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan pembatasan sampah sekali di Balai Desa Batununggul, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (12/11/2025). (Balihotnews/ist)

Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, terus menguatkan komitmen menuju kawasan Green Island melalui penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Program ini melibatkan masyarakat, komunitas, hingga perangkat desa agar gerakan hijau tak berhenti di tingkat wacana.

Camat Nusa Penida, I Kadek Yoga Kusuma, menjelaskan, wilayahnya memiliki 16 desa adat dan 180 banjar, dengan sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pariwisata. Karena itu, isu lingkungan menjadi perhatian serius.

“Kami terus berupaya mengembangkan pengelolaan sampah dari sumber, termasuk menggandeng komunitas seperti Lembongan Recycling. Sosialisasi PSBS akan kami lanjutkan ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi Percepatan PSBS dan Pembatasan Sampah Sekali Pakai di Balai Desa Batununggul, Rabu (12/11/2025).

Berita Terkait:  Pemkab Klungkung Serahkan Bantuan Sosial Korban Bencana, Bupati Satria Imbau Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau Panjang

Menurutnya, kunci keberhasilan gerakan ini ada pada kesadaran masyarakat dan keterlibatan tokoh adat. “Kalau masyarakat sadar sejak dari rumah, sampah tak akan jadi masalah besar di pulau ini,” katanya.

Sementara, menurut Kelompok Ahli PSBS Bali, Ni Luh Reniti, menambahkan bahwa tujuan utama PSBS adalah menjadikan Nusa Penida sebagai pulau hijau dan bersih.

“Program PSBS ini hanya ada di Bali dan sudah menarik perhatian dunia. Nusa Penida punya potensi besar menuju Green Island, tinggal kemauan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah,” tuturnya.

Pegiat lingkungan Gusti Rai Ari Temaja (Gung Nik) dari komunitas Gila Selingkuh (Giat Lestarikan Alam, Selamatkan Lingkungan Hidup) juga menegaskan pentingnya perubahan dari diri sendiri.

Berita Terkait:  Bupati Satria dan DPRD Sepakati APBD Perubahan 2026, Pendapatan Dirancang Rp1,68 Triliun

“Kuncinya ada di 5K, yakni, kemauan diri, kemampuan, kesadaran, ketegasan, dan keberhasilan. Kalau itu dijalankan, Nusa Penida akan jadi contoh sukses pengelolaan sampah di Bali,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi PSBS ini turut dihadiri Duta PSBS Bali Putri Suastini Koster, Ketua TP PKK Klungkung Eva Satria, anggota DPRD Klungkung, para perbekel, serta Tim Kerja PSBS Provinsi Bali.

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah nyata menjadikan Nusa Penida bukan hanya destinasi wisata eksotis, tetapi juga ikon Bali yang hijau dan berkelanjutan. *** (dre)

 

Berita Terkini