Nikmati Nasi Bungkus Usai Mengarak Ogoh-Ogoh Warga Banjar Mudita Desa Sukawati Mengalami Keracunan Masal Sementara Di Tangani Polsek Sukawati Gianyar Bersama Instansi Terkait

Polda Bali-Polres Gianyar-Polsek Sukawati, Bertepatan Perayaan Hari Raya Nyepi Bertempat di Banjar Mudita Desa Sukawati Gianyar, telah terjadi keracunan masal, Pada Sabtu 17 Maret 2018 pukul 09.00 wita.

Menurut keterangan Kelian Banjar Dinas mudita IDA BAGUS KETUT MAS ADNYANA, bahwa pada hari Jumat 16 Maret 2018, setelah kegiatan mengarak ogoh ogoh warga Banjar Mudita melanjutkan kegiatan dengan  makan malam bersama dengan menu nasi bungkus yang dibeli oleh pemuda Banjar Mudita, selanjutnya pada hari Sabtu 17 Maret 2018 pukul 09.00 wita ada beberapa warga yang baru bangun tidur  mules mules dan muntah muntah

Berdasar keterangan Ketua pemuda Banjar Mudita IDA BAGUS PUTU WISNU MAS BUDIANA bahwa pada hari Jumat, 16 Maret 2018 pukul 21.30 wita setelah warga dan pemuda mengarak ogoh ogoh selanjutnya seluruh warga Banjar Mudita melanjutkan dengan makan malam bersama di Balai Banjar Mudita, dengan menu nasi bungkus  yang dibeli di tempat berinisial Ibu GST AS asal Banjar Mudita yang merupakan langganan Banjar Mudita sebanyak 200 bungkus, adapun menu yang disediakan oleh pemuda berupa nasi bungkus dengan minumanya beberapa merk air mineral (dibeli di salah satu market sukawati) sebanyak 10 dus setelah kegiatan tersebut warga membubarkan diri, dirinya merasa kaget pada hari Sabtu 17 Maret 2018 mendapat informasi bahwa beberapa warga yang ikut makan-makan mengalami keracunan setelah bangun tidur dengan ciri ciri mual, muntah dan mencret,  dari nasi yang dibeli sebanyak 200 bungkus  tersisa kurang lebih 50 bungkus dimana sisanya ditinggal di balai banjar, dirinya sempat mengkomsumsi nasi bungkus tersebut sebanyak 4 biji.

Warga Banjar Mudita yang mengalami keracunan di rujuk ketiga rumah sakit yaitu RSU Sanjiwani Gianyar, RS Ari Santi mas Ubud  dan RS Ganesa Celuk

Adapun rincian warga yang mengalami keracunan dan dirawat kerumah sakit sebagai berikut :

Warga yang keracunan di rujuk ke RS Ganesa sebanyak  14 orang.

Warga yang dirawat di RSU Sanjiwani Gianyar berjumlah  38 orang.

Warga yang dirujuk di RSU Ari Santi Ubud berjumlah 39 orang

Warga yang ditangani di posko sementara di Banjar Mudita dan dirawat jalan Sebanyak 4 orang

Warga yang dirujuk ke RS Ganesa dipulangkan kembali dilanjutkan dengan rawat jalan, warga yang dirawat RS Ari Santi juga dipulangkan dan dirawat jalan, hanya satu pasien yang dirawat inep, setelah sampai dirumah masing-masing warga kembali merasa mual mual dan muntah serta mengalami demam,  sehingga warga yang sakit dirujuk kembali ke RSU Sanjiwani Gianyar.

Atas kejadian tersebut kepala BPBD Kab. Gianyar ANAK AGUNG OKA DIG JAYA berkordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Gianyar Dr. IDA AYU CAHYANI membentuk posko penanggulangn Kejadian Luar Biasa di simpang slub bekerja sama dengan Camat beserta staf, Polsek Sukawati, Koramil Sukawati, Pecalang, Puskesmas yang ada di Kab. Gianyar dan Matra Gianyar, jumlah ambulan yang disiapkan 15 mobil ambulan

Selanjutnya dilakukan pengumpulan sempel baik makanan ataupun minuman yang dinikmati pada saat kegiatan makan malam di Banjar Mudita pada hari Jumat 16 maret 2018 untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut

Sebagai langkah pencegahan warga yang sempat memakan nasi bungkus tersebut diberikan obat sebagai tindakan pencegahan

Jumlah warga yang mengalami keracunan berjumlah 95 orang dengam rincian

•  Rawat inap di RSU Sanjiwani Gianyar 84 orang

• Rawat Inap di RS Ari Santi berjumlah 1 orang

• Rawat jalan 10 orang

Pukul 23.00 wita tanggal 17 Maret 2018 bertempat di Balai Banjar Mudita dilakukan pertemuan antara Perbekel, Bendesa Adat Sukawati, BPBD Gianyar dan instansi terkait menyangkut kejadian keracunan masal,

Kelian banjar adat Mudita pada intinya menyampaikan terima kasih atas bantuan cepat terhadap warga Banjar Mudita.

Kepala UPT 2 Sukawati pada intinya menyampaikan bahwa pasien KLB sudah lebih dari tiga jam tidak ada lagi yang harus dirujuk   tidak ada perkembangan dan hampir semua pasien sudah dirawat di RSU Sanjiwani Gianyar, dan RSU Ari Santi, rencananya pada hari Minggu 18 Maret 2018 pukul 08.00 wita  akan dilakukan pengecekan sempel dan pengisian cek lis dari pembuat makanan dan korban.

Perbekel Sukawati pada intinya menyampaikan setelah sampai di RSU Sanjiwani Gianyar untuk mengantar warganya, salah satu warga yang kebetulan penjual nasi bungkus tersebut menerangkan bahwa penjual nasi bungkus seperti biasa menggunakan bahan yang sama dan dengan cara pengolahan yang sama, bahkan anak dari penjual nasi bungkus ikut menjadi korban dan sedang dirawat di RSU Sanjiwani. Yang menjadi prioritas kita adalah menyelamatkan para korban yang sedang dirawat.

Sampai pukul 23.50 wita situasi dalam keadaan aman posko Penanggulangan KLB ( Kejadian Luar Biasa ) Banjar Mudita  sementara di stanby kan 2 ambulan, demikian liputan Humas Polsek Sukawati




Be the first to comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.