Pria Berjenggot Bikin Keributan Saat Nyepi, Kasus Berakhir Damai

DENPASAR, balihotnews.com – Keheningan Nyepi terusik dengan munculnya oknum pria berjenggot yang keluyuran. Dengan alasan sembahyang di masjid, Putu Abdullah (37 th), memilih sembahyang di masjid dengan jarak 1,5 kilometer dari rumahnya, pada Selasa, 28 Maret, pukul 12.30. Abdulah yang dihentikan pecalang di tengah jalan Kalimutu, malah marah dan memukul pecalang Ketut Warta (58 th).

Keonaran yang dibuat Abdulah yang berjenggot panjang berawal saat dia keluar rumah saat Nyepi yang seharusnya tidak boleh keluar. Dia naik sepeda dari rumahnya di Jalan Pulau Demak, Denpasar Barat, menuju masjid di Jalan Kalimutu. Aneh pertama, karena di Jalan Pulau Demak sudah ada masjid besar, tapi kok malah ke Kalimutu?. Aneh kedua, sembahyang ke masjid biasanya kan hari Jumat?

Maka, saat bersepeda, Abdulah dihentikan oleh para pecalang yang berjaga di Jalan Kalimutu. Di Kalimutu ada pecalang Lingkungan Samping Buni, yakni, Oka wiratna, Made Subrata (ketua lingkungan br. Samping buni dps), Ketut Landra, (Pecalang br. Samping buni), dan ada juga korban Ketut Warta.

Abdulah langsung dihentikan dan ditanyai mau kemana? Abdulah yang mengaku hendak ke masjid pun membuar curiga para pecalang. Abdulah lalu dimintai identitas diri tapi tidak sanggup memperlihatkan.

Merasa terus dihalangi, Abdulah malah marah-marah lalu memukul I Ketut Warta sampai terjatuh.

Kemudian oleh klian adat Br. Samping Buni sdr, pelaku Putu Abdullah diajak berbicara ditempat yang teduh, di depan toko. Tetapi pelaku Abdullah malah memukul klian Banjar Samping Buni tetapi dpt dihindari. Pukulan melenceng Abdulah mengenai rolling door toko hingga penyok. Sekarang ada bukti rolling door itu penyok dan tangan Abdulah juga terluka.

Aksi onar dan brutal Abdulah mengundang pecalang lainnya emosi dan ikut mengeroyok pelaku Abdullah. Abdullah pun mengalami luka lecet di dahi kanan dan pipinya.

Kemudian korban dibawa ke RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulan PMI untuk dilakukan tindakan medis, setelah mendapat pengobatan kedua belah pihak bisa dipulangkan.

Setelah dilakukan mediasi di Subsektor Monang-Maning oleh Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, dan Kasubsektor Monang Maning, yang dihadiri oleh ketua masjid baiturrahman monang maning, tokoh masyarakat br buagan, babinkamtibmas dan babinsa ds pemecutan klod kepala desa pemecutan klod, klian dinas br. Samping buni, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan, dengan membuat surat pernyataan damai. (yes)




Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.