Wisuda ke-101 Undiknas Lepas 367 Lulusan Tegaskan Transformasi Jadi Kampus Berdampak dan Berkelas Global

Foto: Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kembali mencatat sejarah melalui pelaksanaan Wisuda ke-101 di Pecatu Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Rabu, 1 Juli 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG – Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kembali mencatat sejarah melalui pelaksanaan Wisuda ke-101 di Pecatu Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Rabu, 1 Juli 2026.

Untuk itu, Undiknas resmi melepas 367 wisudawan dan wisudawati, dalam momentum akademik tersebut. Wisuda kali ini menjadi tonggak penting bagi Undiknas dalam memperkuat transformasi sebagai kampus berdampak melalui penguatan internasionalisasi, inovasi, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Mengusung semangat Techno-researchpreneur University, Undiknas terus beradaptasi menghadapi perubahan industri global. Kampus yang berkomitmen menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia ini menempatkan kualitas lulusan sebagai prioritas utama.

Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., menegaskan pentingnya lulusan memiliki kompetensi profesional yang kuat. Beliau juga menyampaikan bahwa ijazah akademis harus diimbangi dengan integritas, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis di dunia kerja.
Pada wisuda kali ini, atmosfer global begitu terasa melalui pencapaian program mobilitas internasional mahasiswa pada skema inbound maupun outbound.

Tercatat ada empat mahasiswa yang sukses lolos mengikuti program joint-degree di universitas mitra luar negeri seperti Australia dan Malaysia. Di sisi lain, Undiknas kembali dipercaya menerima tiga mahasiswa asing lewat program The Indonesian Aid Scholarship (TIAS).

Berita Terkait:  Tantowi Yahya Dorong Kampus dan Industri Perkuat Kolaborasi Indonesia-China

Capaian gemilang ini semakin mempertegas eksistensi institusi dalam ekosistem akademik global yang diakui masyarakat internasional. Semua terobosan ini bermuara pada komitmen jangka panjang untuk terus bertumbuh sebagai kampus berdampak bagi lingkungan sekitar.

Inovasi nyata dan kontribusi sosial juga ditunjukkan melalui pengabdian masyarakat serta riset terapan yang responsif. Tim Akademisi Fakultas Hukum Undiknas sukses mendampingi permohonan Judicial Review kepala desa hingga dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, dosen Program Studi Farmasi berhasil mengembangkan “Nanoemulsi Eucalyptus” untuk terapi pernapasan yang kini dalam proses paten. Guna menjamin kesiapan kerja lulusannya, Undiknas kini telah resmi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP. Kehadiran LSP ini memastikan para lulusan mendapatkan pengakuan kompetensi profesional yang sah secara nasional.

Apresiasi tinggi turut diberikan kepada lulusan peraih IPK tertinggi serta peraih predikat Wisudawan Terbaik Bidang Publikasi Karya Ilmiah. Prestasi membanggakan diukir oleh Gusti Ayu Purna Savitri dari Program Studi Teknologi Informasi yang meraih penghargaan The Best Research in Artificial Intelligence.

Berita Terkait:  Dewan Pers Dorong Jurnalis Dapat Bagian Adil dari Nilai Ekonomi Konten Digital

Ia sukses mengembangkan inovasi Health Chatbot (Question and Answer) berbasis kecerdasan buatan melalui riset ilmiahnya. Karya ilmiah tersebut telah resmi diterima pada International Journal on Informatics Visualization yang terindeks Scopus Q2 dan Sinta 1. Keberhasilan ini bersanding dengan lulusan terbaik lainnya yang memublikasikan riset mereka pada jurnal bereputasi terindeks Scopus hingga Sinta.

Daftar penghargaan riset bergengsi ini dipimpin oleh Ni Putu Chantika Aprilia Nariswari, Made Maenita Dewi, dan Anak Agung Gede Wiranata yang menyabet gelar The Best Scopus Rank di jurnal terindeks Scopus Q1.

Selanjutnya, predikat The Best Publication in Legal Studies diraih oleh Ni Kadek Ayu Sri Undari dengan publikasi terindeks Scopus Q4. Pada kategori eksperimen, Putu Adi Suryaputrawan dinobatkan sebagai The Best Laboratory Experiment melalui capaian riset terindeks Scopus Q3.

Sementara itu, predikat The Best Review, The Best Research in Public Policy, serta The Best Research in Collaborative Studies berturut-turut diraih oleh Ni Putu Nita Anggrelia Jayanti, Grace Sicilia Muchtar, dan Priskylia Jenia Fidyariska pada jurnal terindeks Sinta 2. Serangkaian capaian riset terapan unggulan ini membuktikan bahwa budaya akademik kampus terus berkembang pesat secara global.

Berita Terkait:  Wakil Bupati Klungkung Pimpin Rapat PGRI, Minta Momentum HUT ke-81 Perkuat Solidaritas Guru

Wisuda ke 101 Undiknas ini semakin istimewa karena untuk pertama kalinya Undiknas mewisuda lulusan Doktor Ilmu Manajemen, Sarjana Manajemen PJJ dan D3 Farmasi sebagai angkatan pertama.

Melalui pelepasan ratusan wisudawan terbaiknya, Undiknas kembali membuktikan dedikasi nyata dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Momentum sakral ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi para lulusan untuk terus berinovasi dan menyebarkan dampak positif bagi masyarakat luas. Seluruh civitas akademika juga menyampaikan apresiasi terdalam atas kepercayaan besar yang telah diberikan oleh masyarakat selama ini.

Bersama ikatan alumni yang kuat, kampus ini akan selalu terbuka untuk menyambut kembali putra-putri terbaiknya dalam berbagai kolaborasi masa depan. Dari Bali, Undiknas siap terus menginspirasi generasi muda untuk tumbuh melampaui batas demi mewujudkan masa depan yang gemilang. (red).

 

Berita Terkini