Balihotnews.com | BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali, menerapkan sistem kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) usai libur panjang hari raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Meski pegawai tidak bekerja dari kantor, kualitas pelayanan publik dan pengawasan Warga Negara Asing (WNA) dijamin tetap optimal.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan penyesuaian sistem kerja ini tidak akan mengorbankan kualitas layanan. Seluruh layanan esensial bagi WNI dan WNA, mulai dari permohonan dan penggantian paspor, hingga perpanjangan izin tinggal, dipastikan beroperasi normal.
Kelancaran mobilitas di pintu gerbang internasional Bali juga tetap menjadi prioritas utama. Aktivitas pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai beroperasi penuh selama 24 jam setiap harinya guna menjaga kelancaran arus penumpang.
Tak hanya urusan administrasi, fungsi keamanan dan penegakan hukum juga dipastikan sama sekali tidak mengendur di tengah masa WFA.
”Pengawasan terhadap aktivitas dan keberadaan orang asing tetap dilakukan secara rutin di wilayah kerja kami, yakni di Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan. Penerapan WFA ini berjalan seimbang; pelayanan publik tetap prima, sementara ketertiban wilayah terjaga dengan baik,” ujar Bugie dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2026).
Sebagai informasi, kebijakan WFA ini diimplementasikan pada 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2026. Bugie menyebut, meski ada fleksibilitas lokasi kerja, kebijakan ini telah melalui proses mitigasi risiko yang matang agar tidak menghambat kepentingan publik.
Hal senada turut ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar kebijakan WFA tidak menjadi alasan lambatnya respons kepada masyarakat.
Kehadiran fisik petugas di titik-titik krusial seperti bandara tetap diwajibkan dan didukung penuh oleh digitalisasi layanan.
”Bali sebagai etalase pariwisata dunia menuntut kesiapsiagaan tanpa henti. Integritas dan profesionalisme pegawai tetap menjadi tolok ukur utama. Sistem pengawasan kami beroperasi penuh melalui integrasi data dan pemantauan lapangan yang intensif, guna memastikan ketertiban keimigrasian di Bali tetap terjaga,” pungkas Felucia.***






