Warga Tabanan Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Bunda Rai: Ini Luar Biasa

Ketua TP PKK Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya meninjau lokasi pengolahan sampah plastik 'Bali Harmoni' di Desa Denbantas, Tabanan, Rabu (11/2/2026). (Balihotnews/red)
Ketua TP PKK Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya meninjau lokasi pengolahan sampah plastik 'Bali Harmoni' di Desa Denbantas, Tabanan, Rabu (11/2/2026). (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | TABANAN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, dibuat takjub saat mengunjungi lokasi pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Denbantas, Tabanan, Rabu (11/2/2026).

Di lokasi yang digagas komunitas “Bali Harmoni” tersebut, tumpukan sampah plastik sukses disulap menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

​Dalam kunjungan tersebut, wanita yang akrab disapa Bunda Rai ini melihat langsung proses kerja mesin pirolisis milik warga. Mesin ini mampu mengonversi sampah plastik residu menjadi bahan bakar setara bensin, solar, dan minyak tanah.

​”Hari ini saya mengunjungi salah satu rumah tangga yang mengolah sampah dari sumbernya. Ini inovasi yang sangat luar biasa. Sampah plastik bisa diolah menjadi bensin, solar, dan minyak tanah. Tentu ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,” ujar Bunda Rai di sela-sela peninjauan.

Berita Terkait:  Mengawal Rp 2,15 Triliun Uang Rakyat di APBD Tabanan 2027

​​Inovator sekaligus pemilik tempat pengolahan, Imam Kambali, menjelaskan teknis pengolahan sampah tersebut. Menariknya, mesin ini justru menyasar jenis plastik yang biasanya bernilai ekonomis rendah, seperti kantong kresek.

​Namun, Imam memberikan catatan bahwa tidak semua jenis plastik bisa masuk ke reaktor pirolisis. Tiga jenis plastik yang dihindari adalah PET (botol air mineral bening), PVC, dan PC. Plastik jenis ini diarahkan ke industri daur ulang biasa.

​”Syarat utamanya, kondisi sampah plastik boleh sedikit kotor, tapi harus benar-benar kering,” jelas Imam.

​Ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah faktor cuaca. “Kendalanya kalau musim hujan, proses penjemuran terhambat karena kurang panas,” tambahnya.

​Sistem Sirkular dan Kulkul PKK

Berita Terkait:  Raja dan Sultan dari Berbagai Wilayah Indonesia Berkumpul di Nuanu Creative City Usai Lawatan Kerajaan di Bali

​Selain plastik, komunitas Bali Harmoni juga menerapkan sistem ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi pakan ikan, dan kotoran ikannya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman hortikultura seperti cabai dan pepaya. Dengan metode ini, residu sampah yang tersisa hanya berkisar 1-2 persen.

​Melihat efektivitas sistem ini, Bunda Rai berharap inovasi di Denbantas bisa diduplikasi oleh rumah tangga lain di Tabanan sebagai solusi konkret penanganan sampah berbasis sumber.

​”Pengelolaan sampah berbasis sumber seperti ini sangat membantu. Tidak menutup kemungkinan inovasi luar biasa ini bisa kita tularkan ke rumah tangga lainnya,” tegas istri Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya tersebut.

​Sebelum blusukan ke Denbantas, Bunda Rai lebih dulu memimpin sosialisasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu secara hibrida. Gerakan Kulkul merupakan program unggulan berupa aksi bersih-bersih serentak setiap minggu pertama awal bulan, pukul 06.00–08.00 Wita. Bunyi kulkul bambu menjadi simbol komando bagi warga untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan, telajakan, hingga fasilitas umum.

Berita Terkait:  Stok BBM Bali Ditambah, Antrean Kendaraan di SPBU Denpasar dan Badung Masih Mengular

​Bunda Rai menekankan bahwa kolaborasi aktif masyarakat dan inovasi teknologi tepat guna seperti di Denbantas adalah kunci mewujudkan Bali yang bersih dan sehat.

​”Dari sampah organik saja bisa menghasilkan tanaman yang subur. Ini bukti bahwa jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi berkah,” pungkasnya.*** (dre)

Berita Terkini