Viral Hibah Gedung MUI Senilai Rp 3,6 Miliar, Tim Komunikasi Gubernur Bali Klarifikasi Anggaran Resmi Rp 1,5 Miliar

M. Shalahuddin Jamil, S.H., selaku Tim Komunikasi Gubernur Bali, pada Sabtu (23/5/2026).

Balihotnews.com l DENPASAR- Tim Komunikasi Gubernur Bali mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait pemberian hibah untuk pembangunan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali senilai Rp 3,5 miliar. Tim Komunikasi menegaskan, alokasi anggaran yang tercatat secara resmi dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2019 adalah sebesar Rp 1,5 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh M. Shalahuddin Jamil, S.H., selaku Tim Komunikasi Gubernur Bali, pada Sabtu (23/5/2026). Klarifikasi ini merespons video viral di akun Instagram @eiwieyonora yang menyebut Gubernur Bali meresmikan Gedung MUI senilai Rp 3,6 miliar.

“Informasi tersebut perlu diluruskan kebenarannya. Bahwa Berdasarkan DPA Pemerintah Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019, nilai hibah yang secara resmi dialokasikan adalah Rp 1,5 miliar. Angka ini telah melalui proses verifikasi, pembahasan di DPRD, dan ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Shalahuddin kepada wartawan, Sabtu (23/05/2026).

Berita Terkait:  Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit sudah Terealisasi

Berdasarkan data yang dirilis Pemprov Bali, bantuan stimulus awal sebesar Rp 1 miliar sebenarnya telah dicairkan pada TA 2019. Peletakan batu pertama proyek pun langsung dilakukan oleh Gubernur Bali pada tahun yang sama. Namun, pembangunan sempat mengalami penundaan lantaran fokus anggaran daerah dialihkan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19.

Setelah kondisi pulih, pemerintah daerah melanjutkan komitmennya sehingga total hibah yang dikucurkan secara kumulatif mencapai Rp 1,5 miliar. Sementara itu, kekurangan dana pembangunan gedung yang total biayanya mencapai Rp 3,6 miliar ditutup melalui swadaya umat sebesar Rp 2,1 miliar. Kombinasi antara dana hibah pemerintah dan gotong royong masyarakat tersebut akhirnya memungkinkan gedung MUI Provinsi Bali selesai dan resmi beroperasi.

Berita Terkait:  BBM Langka Bikin Bali Krodit, Mahasiswa Desak Prabowo Copot Menteri ESDM-Dirut Pertamina

Shalahuddin menekankan bahwa penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta berpotensi memicu hoaks dan kesalahpahaman publik. Ia memperingatkan bahwa narasi yang provokatif dapat mengganggu ketertiban serta kerukunan yang telah lama terjaga di Bali.

“Bali sejak dahulu kala dikenal sebagai pulau yang hidup dalam keberagaman. Jejak toleransi itu terlihat nyata mulai dari kampung Islam Kusamba, kampung Arab Serangan, hingga berdiri berdekatanannya pura dan gereja di berbagai wilayah,” jelasnya.

Ia menambahkan, keharmonisan tersebut terjaga karena masyarakat Bali memegang teguh nilai Tri Hita Karana dan semangat menyama braya, yakni hidup rukun sebagai saudara tanpa memandang latar belakang. “Keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan pilar kekuatan Bali,” tegasnya.

Berita Terkait:  Jelang Tumpek Wayang, Pemprov Bali Gelar Aksi Bersih Sampah Serentak, Kumpulkan 3,56 Ton Sampah di Mangrove Pesanggaran

Untuk itu, Ia pun mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pengguna media sosial untuk bersama-sama menjaga keutuhan Pulau Dewata. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya dan menjadikan ruang digital sebagai sarana mempererat persatuan. (Bhn)

Berita Terkini