UPMI Bali Dapatkan 19 Mahasiswa Hasil Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana Diperpanjang Hingga Pertengahan Oktober 2025

Foto: Rektor UPMI Bali, Prof.Dr.Drs. I Made Suarta, S.H.,M.Hum., usai Pembukaan Porsenijar PGRI Bali 2025 di Aula Kampus UPMI Bali, Denpasar, Jumat, 3 Oktober 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali sudah mendapatkan 19 orang mahasiswa dari kuota yang dipersiapkan 100 orang, dalam program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Sementara, pendaftaran sudah ditutup per 30 September 2025.

Adapun Program Studi yang masuk program SKSS meliputi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Pendidikan Seni Rupa, Bahasa Bali, Bimbingan Konseling, Sejarah, Ekonomi, Kewirausahaan, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Matematika, Biologi, Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Pernyataan tersebut ditegaskan Rektor UPMI Bali, Prof.Dr.Drs. I Made Suarta, S.H.,M.Hum., usai Pembukaan Porsenijar PGRI Bali 2025 di Aula Kampus UPMI Bali, Denpasar, Jumat, 3 Oktober 2025.

“Tapi, bagi mahasiswa diluar itu, kami juga berikan kesempatan sampai pertengahan bulan Oktober 2025 mendatang,” kata Made Suarta.

Berita Terkait:  Luhut Soroti Potensi Kolaborasi Kampus dan Industri Indonesia-China

Terlebih lagi, Made Suarta masuk Kelompok Ahli yang membidangi Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), kearifan lokal dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali Unggul, yang juga memperjuangkan kuota KIP tersisa, agar bisa bergabung sebagai mahasiswa UPMI.

Selain itu, Made Suarta juga menyampaikan sosialisasi studi lanjut mendapatkan beasiswa, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

Tak kalah menariknya, UPMI Bali juga memberikan beasiswa khusus kepada anak guru melalui kuliah gratis selama empat tahun, dengan syarat sederhana menunjukkan Surat Keterangan dari pengurus PGRI Bali.

“Sepanjang anak guru kita akan berikan kemudahan, karena PGRI. Jadi, anggota PGRI itu siapapun dia wajib memahami kondisi masing-masing guru, kemudian jika mau, kita ajak kerjasama untuk bergabung anaknya disini. Kami siap untuk membantu hal itu,” tandasnya.

Berita Terkait:  Bentengi Generasi Muda dari Narkoba, BNNP Bali Gelar Bimtek Penggiat P4GN Bersama Gerakan Pramuka Kwarda Bali

Untuk itu, pihaknya berharap calon mahasiswa sesegera mungkin bergabung dengan UPMI mumpung diberikan kesempatan tambahan.

Apalagi, kesempatan emas itu tidak datang dua kali, khususnya bagi tamatan SMA sekarang ini, karena program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) itu maksimal berumur 25 tahun. Sedangkan, untuk program KIP umurnya bisa dua tahun terakhir. Jika lewat kondisi itu tidak bisa mendapat beasiswa, dalam arti tetap bisa kuliah, tetapi tidak bisa memperoleh beasiswa.

“Nah, khusus anak guru warga PGRI itu tidak membatasi umur. Bahkan, kalau guru belum sarjana mau melanjutkan kesitu juga bisa kita terima dan bergabung dengan kami akan mendapat perlakuan istimewa, yaitu beasiswa,” tandasnya.

Berita Terkait:  Mendiktisaintek Wanti-Wanti Bahaya Superinteligence

Patut diketahui, bahwa UPMI Bali merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang menyukseskan program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang diluncurkan Gubernur Bali, Wayan Koster.

Pemprov Bali bekerjasama dengan 28 Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang ada di Bali, guna memberikan beasiswa kepada masyarakat untuk mewujudkan SDM Bali Unggul.

Calon mahasiswa yang mengikuti program ini mendapatkan perlakuan istimewa berupa biaya pendaftaran gratis, SPP delapan semester gratis dan uang pangkal/gedung gratis serta juga bekal Rp 1,4 juta per bulan. (red).

 

 

 

Berita Terkini