Ulang Tahun Jacky yang ke-48, Bali Zoo Meriahkan dengan Konservasi dan Merchandise Baru

Jacky, orangutan di Bali Zoo, terlihat sedang menikmati makanan saat ulang tahun ke-48. (balihotnews/rahma)
Jacky, orangutan di Bali Zoo, terlihat sedang menikmati makanan saat ulang tahun ke-48. (balihotnews/rahma)

Balihotnews.com | GIANYAR – Kegembiraan mewarnai Bali Zoo saat Jackt, orangutan jantan kesayangan mereka merayakan ulang tahun ke-48. Usianya ini menjadikan Jacky salah satu orangutan tertua yang hidup di bawah perawatan manusia, dimana rata-rata usia orangutan berkisar 30-40 tahun di alama liar.

Jacky merupakan titipan dari Kebun Binatang Ragunan sejak 2004 dan kini telah menjadi ikon sekaligus ambasador Bali Zoo.

“Jacky jelas salah satu ambasador kita. Ini ikonnya kita,” ujar Pasek Darmantra, edukator satwa Bali Zoo, Kamis (4/9/2025).

Dalam perayaan ulang tahunnya, Jacky mendapatkan hadiah kue ulang tahun yang dibentuk menyerupai wajahnya. Kue tersebut terdiri dari buah naga, anggur merah, pisang, mangga, semangka dan pepaya.

Pasek juga menerangkan, meski Jacky sudah tua, kondisinya tetap dijaga dengan baik dengan pemberian nutrisi serta vitamin.

Berita Terkait:  ITDC Raih The Eighth BUMN Brand Equity Awards 2026, Tegaskan Kekuatan Brand di Industri Pariwisata

“Meski sudah tua, kondisinya tetap sehat. Dia rutin diberi multivitamin dua kali sebulan, obat cacing enam kali setahun, serta diet seimbang sekitar 3.150 gram buah segar setiap hari,” ungkap Pasek.

Jacky dikenal memiliki karakter unik. Semakin dewasa, ia lebih nyaman hidup soliter. Bahkan, upaya mencarikannya pasangan sempat dilakukan namun tidak berhasil.

“Kalau orangutan semakin dewasa memang semi-soliter. Jacky lebih nyaman sendiri,” jelasnya.

Ulang Tahun Bali Zoo ke-23

Perayaan ulang tahun Jacky juga bertepatan dengan ulang tahun Bali Zoo yang ke-23. Momentum ini sekaligus menjadi ajang peluncuran merchandise edisi khusus hasil kolaborasi dengan ilustrator Bali, Monez.

Kolaborasi Bali Zoo x Monez menghadirkan desain imajinatif bertema dongeng dengan satwa ikonik seperti orangutan, harimau, buaya, dan gajah.

Berita Terkait:  9 Destinasi Wisata Budaya di Solo yang Wajib Dikunjungi, Lengkap dengan Daya Tarik dan Kisah Sejarahnya

“Selama 23 tahun, Bali Zoo telah menjadi rumah bagi lebih dari 600 satwa dari berbagai spesies. Ulang tahun ini bukan hanya merayakan perjalanan kami, tetapi juga merayakan ikatan istimewa antara manusia, satwa, dan seni,” ujar Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo.

Tak hanya menghadirkan koleksi merchandise edisi khusus, kebun binatang ini juga mempertegas komitmen pada konservasi dengan menyalurkan sebagian hasil penjualan untuk mendukung pelestarian hutan di Kalimantan.

Merchandise berupa kaos, magnet, gantungan kunci, hingga stiker mulai tersedia sejak 4 September 2025 secara eksklusif di Bali Zoo Merchandise Store.

Lebih dari sekadar produk cenderamata, 10% hasil penjualan merchandise akan disalurkan kepada Yayasan ASRI.

Organisasi ini berfokus pada penyelamatan hutan dan masyarakat sekitar melalui program kesehatan dan konservasi, termasuk Chainsaw Buyback yang memberi alternatif penghidupan bagi para penebang liar.

Berita Terkait:  ITDC Kolaborasi Hadirkan Indonesian Cigar Festival 2026 di The Nusa Dua, Perkuat Daya Tarik Bali Collection sebagai Pusat Lifestyle dan Event

“Orangutan di Bali Zoo semuanya berasal dari Borneo. Jadi dukungan kami diarahkan ke asosiasi yang benar-benar peduli dengan kondisi di sana, bukan hanya untuk satwa tapi juga masyarakatnya,” tutur Pasek.

Ia juga menambahkan, bantuan dana dan pelatihan dari Yayasan ASRI memberi kesempatan masyarakat sekitar hutan untuk membuka bisnis baru selain menebang pohon.

“Kami ingin perubahan nyata. Ketika masyarakat sejahtera, hutan pun bisa lebih aman,” kata dia.

Dengan tema “Wild Dreams & Bold Journeys”, Bali Zoo berharap perayaan ini tak hanya memberi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga meningkatkan kepedulian pada satwa dan hutan, khususnya orangutan Kalimantan yang populasinya kian terancam. (rhm)

Berita Terkini