Balihotnews.com l DENPASAR- Pemerintah Provinsi Bali mencatat sebanyak 2,6 juta wisatawan berkunjung ke Pulau Bali sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Data tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin (6/4/2026).
Dari jumlah tersebut, wisatawan domestik tercatat mencapai 968.313 orang atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. “Terjadi peningkatan sebesar 37.475 orang atau sekitar 4 persen,” kata Koster.
Sementara, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1.645.199 orang atau naik 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan sebanyak 39.385 orang.
Koster menegaskan, tren peningkatan kunjungan ini menunjukkan bahwa anggapan Bali mengalami penurunan wisatawan tidak sesuai dengan data resmi.
“Kalau di media sosial disebut Bali sepi atau wisatawan banyak yang kabur, data menunjukkan tidak demikian. Justru kunjungan meningkat, baik domestik maupun mancanegara,” tegasnya.
Meski demikian, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan total kunjungan wisatawan karena belum termasuk pergerakan wisatawan melalui jalur darat dan laut, termasuk wisatawan kapal pesiar (cruise).
Menurut Koster, potensi tambahan wisatawan domestik melalui jalur darat diperkirakan cukup besar, seiring meningkatnya konektivitas infrastruktur di Pulau Jawa yang mendorong mobilitas wisatawan antardaerah.
“Yang lewat darat itu jumlahnya kemungkinan jauh lebih banyak. Sekarang kecenderungannya meningkat karena jalan tol di Jawa sudah semakin panjang,” jelasnya.
Selain itu, Koster juga menepis anggapan bahwa konflik global seperti di Timur Tengah maupun Rusia–Ukraina berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.
Ia menambahkan, Bali hingga kini tetap menjadi tulang punggung devisa pariwisata nasional dengan kontribusi mencapai 53,6 persen dari total devisa sektor pariwisata Indonesia. “Lebih dari separuh devisa pariwisata Indonesia bersumber dari Bali. Ini kontribusi yang sangat besar,” tutup Gubernur Koster. (Bhn)






