Tokoh Flobamora Bali Minta Kepolisian Tindak Tegas Oknum NTT Bikin Rusuh

Anggota forum FK-PEN Yosep Yusdi Diaz.

Balihotnews.com | Klungkung – Fenomena perilaku oleh warga perantau asal NTT di Bali menjadi perbincangan masyarakat dengan berbagai komentar di ruang publik.

Pengurus Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara Bali (FK-PEN), Yosep Yulius Diaz turut memperhatikan peristiwa tersebut.

Yosep Yulius Diaz pun meminta kepolisian daerah Bali agar tidak ragu-ragu menangkap oknum perantau asal NTT yang suka berbuat maslah di Bali.

“Kepada pihak kepolisian, jika ada oknum yang membuat kerusuhan, kami minta ambil saja pak dan segera ditindak tegas,” ujar Yusdi Diaz di Klungkung pada, Rabu (14/5/25).

Yusdi Diaz mengingatkan perantau asal NTT di Bali agar berperilaku baik, mengingat Bali adalah daerah pariwisata yang butuh ketenangan.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

“Kan kita juga tidak suka, jika ada orang yang tidak sesuai dengan adat istiadat setempat. Jadi, kita semua harus menghormati dan mensyukuri keindahan Bali berkah Yang Maha Kuasa, agar hidup rukun,” katanya.

Yusdi Diaz juga mengharapkan warga NTT terutama mereka yang baru datang ke Bali dan belum mengenal adat istiadat Bali, agar berbaur ke paguyuban-paguyuban supaya menemukan kebahagiaan dan kebersamaan.

“Jika mereka bergabung d idalam Paguyuban Flobamora, biasanya mereka mengenal dengan saudara-saudaranya yang lainnya dan saling mengingatkan satu sama lain,” tuturnya.

Selain itu, Yusdi Diaz juga mengajak anak-anak NTT beserta senior-senior dan juga para pengurus Paguyuban Etnis Nusantara (PEN) yang sudah berkeluarga di Bali agar selalu mengingat kepada saudaranya untuk berperilaku baik.

Berita Terkait:  Kapolda Bali Terima Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36, Bahas Strategi Dukung Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi

“Saya mengingatkan saudara-saudaranya untuk selalu hidup rukun dan meningkatkan toleransi antar umat beragama sebagai modal dasar hidup di Bali yang berdasarkan pariwisata,” katanya.

“Saya warga Bali, ayah dari NTT dan ibu dari Bali serta besar di Bali. Saya cinta Bali, cinta NTT dan cinta Indonesia. Jadi, kita disini selamanya harus rukun dan baik-baik saja,” tutup Yusdi. (dio)

Berita Terkini