Tepis Bali Sepi, Gubernur Koster Bantah Ada PHK di Sektor Pariwisata

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat menutup Bulan Bung Karno ke VII di Institut Seni (ISI) Bali, Minggu, 29 Juni 2025. (balihotnews/gub bali).

Balihotnews.com I DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster membantah isu negatif soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal akibat sepinya pariwisata di Bali.

Ditegaskan, bahwa kondisi pariwisata Bali justru menunjukkan tren positif, dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi dan okupansi hotel yang tinggi.

“Tidak benar ada PHK di sektor pariwisata Bali,” tegas Koster dalam keterangannya, Jumat, 28 Juni 2025.

Gubernur Koster menyebut, sepanjang tahun 2024 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali mencapai 6,4 juta orang, sementara wisatawan domestik mencapai 9,5 juta orang.

Gubernur Koster juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali berada di angka 5,48 persen. Tingkat pengangguran hanya 1,79 persen, dan angka kemiskinan tercatat sebesar 3,8 persen.

Berita Terkait:  Stok BBM Bali Ditambah, Antrean Kendaraan di SPBU Denpasar dan Badung Masih Mengular

Menurutnya, hal ini merupakan indikator kuat bahwa sektor pariwisata Bali masih bergeliat.

Meski pada tahun 2025 terjadi penurunan jumlah wisatawan domestik sebesar 10-11 persen per hari, namun wisatawan mancanegara justru naik 10–12 persen. Hal ini menyebabkan tingginya permintaan tiket pesawat hingga banyak penerbangan mengalami keterlambatan (delay).

Okupansi hotel juga tinggi. Bahkan, Gubernur Koster mencontohkan tingkat hunian Hotel The Meru mencapai 96 persen. Hotel-hotel di kawasan Nusa Dua berada di atas 90 persen, Kuta 80 persen, bahkan di Buleleng mencapai 70 persen. “Kalau hotel penuh, bagaimana bisa terjadi PHK?,” ujarnya.

Gubernur Koster mengakui adanya PHK di sektor lain, seperti penutupan pabrik, Coca-Cola di Mengwi, yang sama sekali tidak berkaitan dengan industri pariwisata. PHK juga terjadi di beberapa unit usaha yang sudah tidak beroperasi karena alasan pasar.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama Ulun Danu Batur, Rawat Kesucian Alam Bali

Untuk itu, Gubernur Koster menambahkan telah memerintahkan Sekda Badung untuk memverifikasi data terkait isu PHK tersebut.

Gubernur Koster menduga isu negatif ini sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra Bali di kancah persaingan pariwisata global.

“Banyak pesaing Bali yang ingin membuat citra buruk, agar kunjungan wisatawan ke Bali menurun,” pungkasnya.(DPS).

Berita Terkini