Pimpin Loce Kempo Mese Bali 2026-2029, Stanislaus Tanje Prioritaskan Pendataan Warga

Ketua Loce Kempo Mese Bali, Stanislaus Tanje, S.H. (Balihotnews/red)
Ketua Loce Kempo Mese Bali, Stanislaus Tanje, S.H. (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | BADUNG – Stanislaus Tanje, S.H., resmi menahkodai Kerukunan Loce Kempo Mese Bali periode 2026–2029. Advokat ini langsung tancap gas dengan menetapkan pendataan warga sebagai program prioritas utama.

Langkah tersebut akan menyasar ribuan diaspora asal Manggarai Barat, khususnya warga dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Komodo, Sano Nggoang, Boleng, dan Mbeliling. Pendataan ini dinilai krusial untuk mencegah persoalan sosial sekaligus memperkuat perlindungan hukum bagi para perantau di Pulau Dewata.

Komitmen itu ditegaskan Stanislaus usai dilantik di hadapan ratusan warga yang memadati Aula Basement Gereja Katolik Paroki Santo Silvester Pecatu, Badung, Sabtu (24/1/2026), dalam acara yang dirangkai dengan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama.

Menurut Stanislaus, validasi data tak bisa ditawar. Pasalnya, estimasi jumlah warga Loce Kempo Mese Bali kini telah menembus lebih dari 3.000 jiwa.

Berita Terkait:  Pemotor Tewas Terlindas Truk Saat Mendahului di Jimbaran

“Pendataan ini sangat vital, terutama bagi warga yang bekerja dan menempuh pendidikan. Dengan data akurat, kami bisa bergerak cepat memberi bantuan saat ada yang mengalami kesulitan atau tersandung masalah hukum,” tegasnya.

Tak hanya membenahi internal, Stanislaus juga menyiapkan program aksi nyata untuk lingkungan. Ia ingin mengubah paradigma dengan mengajak warga aktif berkontribusi bagi Bali.

“Bali adalah tempat kita mencari nafkah, titipan yang harus dijaga. Ke depan, kami akan rutin menggelar aksi bersih pantai sebagai wujud terima kasih dan kontribusi warga Manggarai menjaga alam Bali,” ujarnya.

Cegah Stigma Negatif

Langkah cepat pengurus baru ini mendapat dukungan penuh Ketua Ikatan Keluarga Manggarai Bali (IKMB), Dr. Ardy Ganggas. Sebagai induk organisasi diaspora Manggarai (Barat, Tengah, dan Timur) dengan populasi sekitar 15.000 jiwa di Bali, Ardy menilai data menjadi kunci utama pembinaan.

Berita Terkait:  BRIDA Klungkung Umumkan Pemenang Sayembara Cipta Hymne dan Mars Klungkung Mahottama

Staf Ahli Wali Kota Denpasar itu menegaskan, pembinaan preventif mutlak diperlukan untuk mencegah ulah segelintir oknum yang kerap memicu gesekan sosial.

“Seringkali pelanggaran oknum merusak relasi dengan masyarakat lokal. Kita harus memegang pepatah ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Dengan terdata, pembinaan akan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Senada, perwakilan advokat Manggarai, Alexius Barung, S.H., M.H., menekankan pentingnya edukasi budaya bagi warga yang baru merantau. Pihaknya berkomitmen memberi pemahaman adat dan kebiasaan Bali untuk menekan potensi konflik.

“Tujuannya jelas, mengurangi gesekan. Warga baru harus paham budaya lokal agar bisa menyatu. Jangan sampai ketidaktahuan memicu masalah,” kata Alexius.

Di lokasi yang sama, Anggota DPRD Manggarai Barat, Saleh Muhidin, menyampaikan peringatan tegas kepada para perantau. Politisi PKS ini mengingatkan agar kebiasaan berkumpul tidak mengganggu ketertiban umum, terutama pada malam hari.

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Kapolda Bali Perkuat Sinergi Percepatan Distribusi BBM

“Hindari kegaduhan yang meresahkan. Jangan sampai muncul stigma ‘orang timur buat rusuh’ hanya karena ulah segelintir orang. Tunjukkan kepedulian dan jadilah warga yang baik di lingkungan tempat tinggal,” pesan politisi asal Desa Pantar, Kecamatan Komodo tersebut.

Sementara dalam rangkaian kegiatan ini, turut diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin RD. Adianto Paulus Harun. Acara pun berlangsung khidmat hingga selesai dalam nuansa persaudaraan yang kental dan penuh sukacita.*** (dre)

Berita Terkini