Sosialisasi MBG di Tabanan Soroti Gizi Seimbang dan Peran Masyarakat

Sosialisasi MBG yang digelar di Wantilan Pura Natar Sari, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Kamis (20/11/2025). (balihotnews/istimewa)
Sosialisasi MBG yang digelar di Wantilan Pura Natar Sari, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Kamis (20/11/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | TABANAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditegaskan sebagai komitmen nyata pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menguatkan peran publik dalam pengawasan dan pelaksanaannya. Hal ini mengemuka dalam sosialisasi MBG yang digelar di Wantilan Pura Natar Sari, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Kamis (20/11/2025). Agenda tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini serta arah pelaksanaan program strategis nasional itu di Bali.

Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, menegaskan bahwa MBG diproyeksikan sebagai strategi jangka panjang untuk menciptakan generasi berkualitas. Menurutnya, peningkatan gizi merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan bangsa.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

“Penguatan gizi masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan, sosialisasi seperti ini perlu diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh tentang nilai gizi dan peran program dalam kehidupan sehari-hari,” tutur I Nyoman Adi Wiryatama.

Dari unsur daerah, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Putu Yuni Widyadnyani, menggarisbawahi bahwa pelaksanaan MBG harus dibarengi dengan komunikasi publik yang tertata agar masyarakat mudah mengikuti seluruh proses program.

Ia menilai keberadaan kanal pengaduan dan mekanisme pelaporan yang ramah masyarakat menjadi bagian penting agar implementasi berjalan efektif.

Selain itu, edukasi dasar mengenai gizi seimbang juga disebut harus digencarkan agar masyarakat memahami makna setiap komponen pangan bagi kesehatan keluarga.

Berita Terkait:  Polda Bali Kerahkan Personel Amankan Antrean BBM, Pastikan Situasi Tetap Kondusif

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Alwin Supriyadi, menjelaskan bahwa MBG tidak sebatas penyediaan makanan bergizi, tetapi juga berperan dalam mendorong ekosistem pangan lokal.

Kolaborasi dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal dinilai penting agar manfaat program menjalar ke berbagai sektor, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja di dapur pelayanan gizi.

“MBG adalah instrumen strategis yang menopang visi pembangunan jangka panjang, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat melalui gizi dan ekonomi,” ucapnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah pusat dan daerah kembali mempertegas upaya untuk memperluas pemahaman publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memastikan bahwa pelaksanaan Program MBG berjalan selaras dengan kebutuhan dan kultur lokal.

Program ini diharapkan bukan hanya meningkatkan kualitas konsumsi pangan, tetapi juga memperkokoh pondasi bangsa yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (red)

Berita Terkait:  SKYY Network Luncurkan Pilot Project Pengiriman Drone di Nuanu Creative City dan Café del Mar Bali, Uji Inovasi di Ekosistem Nyata

Berita Terkini