Sosialisasi MBG di Denpasar Tekankan Orang Tua Jadi Kunci Kebiasaan Makan Sehat

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wantilan Pura Dalem Sesetan, Denpasar, Jumat (28/11/2025). (balihotnews/istimewa)
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wantilan Pura Dalem Sesetan, Denpasar, Jumat (28/11/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | DENPASAR – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wantilan Pura Dalem Sesetan, Denpasar, Jumat (28/11/2025), menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dalam membangun kebiasaan makan sehat sejak dari rumah. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyampaikan bahwa masa depan generasi Indonesia tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada perhatian orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Charles menekankan bahwa anak merupakan amanah yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebut bahwa anak-anak penerima manfaat program MBG menjadi harapan baru bagi bangsa di masa depan.

“Kita sepakat bahwa anak-anak adalah titipan Tuhan yang paling berharga. Sebagai orang tua, tugas kita bukan hanya menyekolahkan mereka, tetapi memastikan bahwa mereka mendapatkan gizi yang baik dan seimbang,” ucap Charles Honoris.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

Ia menyoroti meningkatnya kebiasaan konsumsi makanan ultra proses sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, perubahan paling efektif dimulai dari keluarga.

“Makanan yang kita pilih bukan hanya untuk mengenyangkan, tetapi harus memberi gizi. Perubahan pola makan dimulai dari kebiasaan kita sendiri, dari cara kita mengenalkan makanan pada anak-anak,” tambahnya.

Charles menyatakan komitmennya untuk terus mendorong agar kebijakan gizi nasional tidak hanya kuat secara konsep, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Mochamad Halim, menyebut program MBG sebagai upaya strategis dalam membentuk generasi tumbuh sehat, aktif, dan produktif.

“Individu yang terpenuhi gizinya akan lebih siap berkembang dan memberi kontribusi bagi masa depan bangsa. Kita ingin memastikan bahwa kebiasaan makan yang baik menjadi budaya, bukan sekadar wacana,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Jambret Kalung Emas di Denpasar Barat, Pelaku Gagal Membawa Barang Korban

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para narasumber mengajak keluarga di Bali untuk membangun kesadaran gizi sejak lingkungan rumah.

Mereka berharap kebiasaan sederhana yang diterapkan hari ini menjadi fondasi bagi perubahan besar demi masa depan generasi Indonesia. (red)

Berita Terkini