Simak 10 Superfood yang Dipercaya Bisa Memperpanjang Umur

Sayuran dan buah-buahan termasuk salah satu superfood yang dipercaya bisa memperpanjang umur. (balihotnews/dok.unplash)

Balihotnews.com | DENPASAR – Superfood semakin populer karena diyakini mampu mendukung kesehatan sekaligus memperpanjang usia.

Makanan ini umumnya kaya akan nutrisi seperti antioksidan, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.

Menurut laporan Times of India, para ahli nutrisi menekankan bahwa pola makan yang tepat dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.

Selain itu, superfood juga berperan dalam melindungi fungsi otak, meningkatkan kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan, serta menjaga kualitas hidup hingga usia lanjut.

Para peneliti menekankan bahwa kunci umur panjang bukan hanya mengonsumsi makanan ini sesekali, melainkan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Umur panjang berasal dari kebiasaan dan pilihan yang konsisten, bukan dari satu makanan saja.

Superfood bekerja paling baik ketika dikonsumsi secara teratur, dengan cara yang tepat, serta dikombinasikan dengan gaya hidup sehat seperti aktif bergerak, tidur cukup, dan menghindari junk food.

Fenomena ini banyak diamati di wilayah yang disebut Blue Zones, yaitu daerah seperti Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), dan Nicoya (Kosta Rika).

Di wilayah tersebut, warganya rata-rata hidup sehat hingga usia 90 bahkan 100 tahun.

Berita Terkait:  Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara

Salah satu rahasia mereka adalah kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut 10 superfood yang dipercaya dapat mendukung umur panjang:

1. Sayuran berdaun hijau


Bayam, kale, selada, dan sawi hijau kaya akan vitamin A, C, K, folat, mineral, serta antioksidan yang melindungi sel tubuh.

Versi lokal seperti daun kelor juga dikenal sebagai miracle tree karena mengandung vitamin A, C, zat besi, serta senyawa antiinflamasi.

Sayuran berdaun hijau mampu mengurangi peradangan, menjaga kesehatan pembuluh darah, melindungi mata, serta menurunkan risiko penyakit kronis.

2. Buah beri


Blueberry, strawberry, raspberry, dan blackberry kaya akan antioksidan seperti antosianin, polifenol, serat, serta vitamin C.

Kandungan tersebut membantu melawan stres oksidatif, melindungi DNA, menjaga kesehatan otak, dan melawan radikal bebas.

3. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Almond, walnut, pistachio, chia seed, kacang tanah rebus, mete, biji wijen, dan biji labu mengandung lemak sehat omega-3, vitamin E, mineral, serat, serta protein.

Konsumsi rutin dapat membantu menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan jantung, mendukung fungsi otak, dan mengurangi peradangan.

Porsi kecil sekitar segenggam (25–30 gram per hari) sudah cukup.

Berita Terkait:  Bentengi Generasi Muda dari Narkoba, BNNP Bali Gelar Bimtek Penggiat P4GN Bersama Gerakan Pramuka Kwarda Bali

Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi kacang terlalu malam jika pencernaan lambat.

4. Ikan berlemak


Salmon, sarden, tongkol, kembung, dan patin termasuk ikan yang tinggi omega-3.

Kandungan ini bermanfaat untuk kesehatan jantung, mendukung fungsi otak, mengurangi peradangan, serta memperlambat penuaan.

Dianjurkan konsumsi minimal dua kali seminggu dengan metode memasak yang sehat, seperti memanggang atau mengukus, bukan menggoreng.

5. Minyak zaitun extra virgin


Minyak zaitun dikenal sebagai lemak sehat khas Mediterania. Versi lokal seperti minyak kelapa murni (VCO) atau minyak kemiri juga dapat digunakan.

Kandungan lemak sehatnya melindungi fungsi kardiovaskular.

Minyak ini sebaiknya dikonsumsi sebagai dressing salad atau untuk menumis ringan dengan api kecil agar kandungan nutrisinya tidak rusak.

6. Gandum utuh


Oatmeal, quinoa, barley, dan beras merah merupakan sumber serat, vitamin B, dan mineral.

Konsumsi gandum utuh dapat menjaga kesehatan usus, menurunkan risiko diabetes tipe 2, melindungi jantung, serta menjaga kadar gula darah tetap stabil.

7. Legum/kacang polong


Lentil, chickpea, black beans, buncis, kacang hijau, kacang kedelai, serta produk fermentasi seperti tahu dan tempe kaya protein nabati, rendah lemak jenuh, serta baik untuk mengontrol gula darah.

Berita Terkait:  Ketua MPR RI Dorong Umat Hindu Semakin Mandiri: Ciri Umat yang Kuat adalah Dompetnya makin Tebal

Legum juga mendukung kesehatan usus dan menurunkan risiko penyakit jantung.

8. Teh hijau

Teh hijau mengandung katekin, yaitu antioksidan yang membantu mengurangi stres, mendukung metabolisme, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Matcha dapat menjadi pilihan dengan dosis antioksidan lebih tinggi.

Disarankan konsumsi 2–4 cangkir per hari pada pagi atau sore.

Hindari tambahan gula berlebih dan jangan dikonsumsi terlalu larut malam, terutama bagi yang sensitif terhadap kafein.

9. Makanan fermentasi

Yogurt, kimchi, tempe, tape singkong, dan peuyeum mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus.

Probiotik berperan mendukung pencernaan, meningkatkan imunitas, serta mengurangi peradangan dalam tubuh.

10. Rempah-rempah dan herba
l

Kunyit, jahe, kayu manis, bawang putih, lengkuas, daun sereh (serai), dan daun salam kaya akan senyawa antiinflamasi dan antioksidan.

Kunyit mengandung kurkumin yang mampu memperlambat penuaan, sementara jahe dan bawang putih terbukti mengurangi peradangan.

Rempah dapat dikonsumsi sebagai bumbu masakan, infused water, atau minuman herbal.

Efektivitasnya meningkat bila dikombinasikan dengan lemak sehat atau lada hitam. (ani)

Berita Terkini