Balihotnews.com | DENPASAR – Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok terus dilakukan aparat di Bali. Polda Bali melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi pangan di Denpasar, Minggu, 12 April 2026.
Sidak ini menyasar pasar tradisional, distributor hingga ritel modern guna memastikan ketersediaan stok serta kestabilan harga 14 bahan pokok penting (bapokting) bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, tim Satgas Saber Pangan yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas PMPTSP Provinsi Bali, Bulog Kanwil Bali, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas), turun langsung ke sejumlah lokasi.
Beberapa titik yang menjadi sasaran di antaranya Pasar Kreneng, distributor UD Sumber Pangan di Jalan Raya Buluh Indah, hingga ritel modern Supermarket Grand Lucky di Jalan PB Sudirman, Denpasar.
Di Pasar Kreneng, petugas melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pedagang seperti Toko Sinar, penjual daging sapi dan ayam potong, serta Warung Bumbu Ibu Gek Sri. Pemeriksaan meliputi harga jual, kualitas barang, hingga ketersediaan stok.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok.
“Hasil pemantauan sementara menunjukkan harga relatif stabil dan pasokan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan Harga bahan Pokok,” kata Kabid Humas Polda Bali.
Selain melakukan pengawasan, Satgas Pangan juga memberikan peringatan kepada para pelaku usaha agar tidak menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Petugas menegaskan bahwa pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
Melalui sidak ini, pemerintah berharap keterjangkauan harga, kualitas pangan, serta ketersediaan stok tetap terjaga. Dengan demikian, masyarakat Bali dapat memperoleh 14 bahan pokok penting dengan harga wajar dan mudah diakses di berbagai wilayah. (red).







