Satu Keluarga Satu Sarjana, Langkah Nyata Pemerataan Pendidikan di Bali

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka. (Balihotnews/dre)
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka. (Balihotnews/dre)

Balihotnews.com | BADUNG – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada keluarga kurang mampu agar tetap memiliki akses pendidikan tinggi. Melalui SKSS, setiap keluarga di Bali berkesempatan melahirkan satu sarjana pertama tanpa terbebani biaya kuliah.

“Program seperti ini sangat kami dukung. Kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah, patut diapresiasi,” ujar Gung Cok saat ditemui di sela sidak Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan DPRD Bali di Jimbaran, Badung, Kamis, 23 Oktober 2025.

Berita Terkait:  Tantowi Yahya Dorong Kampus dan Industri Perkuat Kolaborasi Indonesia-China

Politisi asal Puri Kawan, Kerobokan, Badung ini menilai SKSS sebagai terobosan strategis dalam pemerataan pendidikan di Pulau Dewata.

Menurutnya, banyak anak berprestasi di Bali terhambat melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi.

“Banyak warga kita yang cerdas tapi tak punya biaya kuliah. Program ini bisa jadi jalan keluar. Ini bukti pemerintah hadir dan tahu apa yang dibutuhkan rakyat,” kata Anggota Komisi IV DPRD Bali itu.

Struktur dan Cakupan Program SKSS

Program SKSS menanggung penuh biaya kuliah, tempat tinggal, makan, hingga kebutuhan studi penerima beasiswa. Tujuan utamanya, yakni membangun sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul dari akar keluarga.

Pelaksanaannya melibatkan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan 8 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 20 perguruan tinggi swasta (PTS) di Bali. Setiap kampus berkomitmen menerima antara 50 hingga 100 mahasiswa penerima beasiswa SKSS, dengan pembiayaan penuh hingga lulus, yang dimulai sejak Agustus 2025 lalu.

Berita Terkait:  Klungkung Butuh Energi Baru, Putu Tika Dorong Putra Daerah Pulang Mengabdi

Dengan pola kemitraan ini, SKSS diharapkan menjadi pondasi jangka panjang bagi pembangunan manusia Bali yang lebih merata, berdaya saing, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Program ini juga memperlihatkan kolaborasi konkret antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan.

“Langkah ini bukan hanya soal beasiswa, tapi investasi sosial untuk masa depan Bali,” tutup Gung Cok.*** (dre)

 

Berita Terkini