Resort Mewah di Kawasan Rawan Tebing Nusa Dua Ditutup Sementara, Pansus TRAP DPRD Bali Beri 14 Hari Lengkapi Dokumen Perizinan

Foto: Tim Pansus TRAP DRPD Bali resmi menutup sementara operasional resort mewah Samabe Bali Suites & Villas bagian tertentu di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis, 16 Oktober 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG – Langkah tegas Panitia Khusus Penegakan Perda Tata Ruang, Perizinan, dan Aset Daerah (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali mendapat sorotan publik.

Tim Pansus TRAP DRPD Bali resmi menutup sementara operasional resort mewah Samabe Bali Suites & Villas bagian tertentu di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis, 16 Oktober 2025.

Turut hadir, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,M.H., Sekretaris Pansus I Dewa Rai, S.H.,M.H., serta Anggota Pansus lainnya, Dr. Somvir dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainya.

Hadir pula, JF Ahli Muda Penata Perizinan Pol PP Kabupaten Badung, I Made Wiadnyana, Kabid Penegakan Perda, I Nyoman Kardana, Kabid Tata Ruang PU Kabupaten Badung, Larasati Adnyana, Lurah Benoa, I Wayan Karang Subawa, S.Pd., MAP., Camat Kuta Selatan, Dr. I Ketut Gede Arta, AP, SH., M.Si., JF Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Ni Wayan Elly Ernawati, SH., M.H., Kabid Penegakan Hukum Pol PP Provinsi Bali Putu Sugiantini dan Kepala Bidang Tata Ruang PU Provinsi Bali, Ni Kadek Sri Arini, ST., M.Si.

Berita Terkait:  Jelang Tumpek Wayang, Pemprov Bali Gelar Aksi Bersih Sampah Serentak, Kumpulkan 3,56 Ton Sampah di Mangrove Pesanggaran

Sidak Pansus TRAP DPRD Bali ini menjadi bagian dari gerakan besar DPRD Bali menertibkan pelanggaran tata ruang dan perizinan pariwisata di Bali, pasca maraknya pembangunan di kawasan tebing yang berisiko terhadap keselamatan dan merusak tata ruang pesisir.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (C) I Made Supartha, SH., M.H., bersama Sekretaris Pansus Dewa Nyoman Rai, SH., MH., dan Dr. Somvir menyebutkan, bahwa pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran tata ruang dan perizinan, termasuk belum terbitnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk restoran serta izin pembangunan lift yang tidak boleh di tebing dan kolam beserta izin bangunan di bibir tebing yang belum lengkap.

Berita Terkait:  ITDC Kolaborasi Hadirkan Indonesian Cigar Festival 2026 di The Nusa Dua, Perkuat Daya Tarik Bali Collection sebagai Pusat Lifestyle dan Event

Tak hanya itu, Pansus TRAP DPRD Bali juga menemukan restoran di dalam goa yang menjadi salah satu daya tarik resort, yang ternyata belum memiliki izin sesuai ketentuan tata ruang dan keselamatan manusia, sehingga tegas dilarang untuk bangunan.

“Kami tidak anti-investasi, tapi semua harus taat aturan. Tidak boleh ada bangunan megah berdiri tanpa izin lengkap, apalagi di kawasan rawan tebing, seperti ini tidak sesuai filosofi Tri Hita Karana, Perda 100  Tahun Bali Era Baru, filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tegas Made Supartha di lokasi saat Sidak berlangsung.

Selain itu, Tim Pansus juga menemukan adanya sejumlah fasilitas tambahan yang dibangun di luar izin awal yang melanggar UU Tata Ruang No 26/2017, Perda Tata  Ruang Provinsi  Bali terkait sanksi administratif dan sanksi pidana.

Berita Terkait:  Kejati Bali Dalami Keterlibatan pihak ASABRI Kasus kondotel Rp100 Miliar 

Sementara itu, Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali Dewa Rai menegaskan Samabe Bali Suites & Villas diberikan waktu 14 hari (dua minggu) untuk melengkapi seluruh dokumen perizinan dan melakukan klarifikasi teknis bersama instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Bali.

“Kalau dalam dua minggu izin yang bolong-bolong ini tidak diselesaikan, kami akan rekomendasikan penghentian permanen dan peninjauan izin usaha,” pungkasnya. (red).

Berita Terkini