Reinterpretasi Marhaenisme di Era AI, Gubernur Koster: Gen Z Agen Perubahan Tangguh di Tengah Gempuran Digital

Koster saat menghadiri acara bedah buku bertajuk "Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z" yang menghadirkan akademisi Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi sebagai pembahas utama, di Auditorium Saraswati, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Selasa (21/7).

*Tekankan Relevansi Pemikiran Bung Karno dalam Menghadapi Gempuran Algoritma dan Krisis Etika

Balihotnews.com l DENPASAR– Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi mendalam terhadap gagasan reinterpretasi Marhaenisme yang dikaitkan dengan Generasi Z (Gen Z). Menurutnya, pemikiran ini hadir di momen yang tepat saat masyarakat dihadapkan pada pergeseran teknologi, algoritma, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berpotensi mengubah pola pikir hingga melahirkan tatanan etika baru dalam kehidupan berbangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri acara bedah buku bertajuk “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” yang menghadirkan akademisi Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi sebagai pembahas utama, di Auditorium Saraswati, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Selasa (21/7).

Dalam pandangannya, Marhaenisme yang bermula dari perenungan Bung Karno atas kemiskinan petani di era kolonial harus menemukan benang merahnya dengan tantangan masa kini. Koster menilai Gen Z menghadapi situasi yang berbeda secara signifikan dibanding generasi terdahulu karena maraknya digitalisasi dalam interaksi sosial dan dunia kerja.

Berita Terkait:  Wakil Bupati Klungkung Pimpin Rapat PGRI, Minta Momentum HUT ke-81 Perkuat Solidaritas Guru

“Nilai-nilai perjuangan generasi pendiri bangsa apakah masih relevan bagi generasi yang tumbuh besar di tengah situasi saat ini yang berbeda sama sekali? Kita sekarang menghadapi zaman yang sangat berbeda jauh, ditopang oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi digital. Ini akan mengubah secara fundamental cara kita berpikir dan mungkin melahirkan satu etika baru,” ujar Koster.

Ia menegaskan bahwa forum bedah buku ini memiliki nilai yang melampaui agenda akademis biasa. Kegiatan ini menjadi wadah kolektif untuk merawat roh kerakyatan agar tetap dihayati oleh generasi yang terbiasa berinteraksi melalui layar dan konten digital.

Di hadapan ratusan mahasiswa dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bali, Koster secara tegas membantah tudingan bahwa Gen Z adalah kelompok yang individualistis, pragmatis, dan kurang berjiwa perjuangan. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak adil dan tidak akurat.

Berita Terkait:  Malam Sempurna Garuda: Tekuk Thailand, Kampiun ASEAN Cup 2026

Koster justru menilai Gen Z sebagai generasi tangguh yang tumbuh di tengah situasi dengan ketidakpastian tinggi, seperti tantangan pandemi, krisis ekonomi, hingga ancaman perubahan iklim. Keberanian mahasiswa untuk membaca serta mendiskusikan filsafat politik di tengah gempuran arus informasi adalah bukti kematangan intelektual mereka.

“Gen Z adalah generasi yang paling sering disalahpahami dalam sejarah. Tuduhan itu tidak adil dan tidak akurat. Mahasiswa adalah agen perubahan, ini bukan klise melainkan kenyataan sejarah yang berulang,” tegas Koster.

Gubernur Bali mengajak seluruh mahasiswa untuk menyambut estafet kepemimpinan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa berbagai perubahan besar di Indonesia selalu diinisiasi oleh gerakan pemuda dan elemen kampus.

Ia mendorong mahasiswa menjadikan kampus sebagai ruang latihan demokrasi yang sehat tanpa kemarahan, kebencian, maupun retorika kosong. Koster juga merumuskan tiga komitmen nyata yang perlu dipegang teguh oleh mahasiswa yakni membaca, berdiskusi, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk membela kaum yang lemah.

Berita Terkait:  Bupati Satria dan DPRD Sepakati APBD Perubahan 2026, Pendapatan Dirancang Rp1,68 Triliun

“Jadikan forum akademik seperti ini sebagai ruang pelatihan demokrasi yang sesungguhnya, di mana ide-ide berhadapan bukan dengan kemarahan tetapi dengan argumentasi, bukan dengan kekuasaan tetapi dengan kebenaran,” lanjutnya.

Antusiasme Mahasiswa dan Jalannya Acara

Kehadiran Gubernur Wayan Koster yang didampingi oleh Ny. Putri Koster disambut antusias oleh ratusan mahasiswa yang memadati lokasi acara.

Kegiatan bedah buku ini dibuka secara resmi melalui pemukulan gong oleh Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar, Tjok Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M. Turut hadir Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang P. Perbawa, S.H., M.Hum., yang bertindak langsung sebagai moderator dalam diskusi interaktif tersebut. (Bhn)

Berita Terkini