Program Unggulan IKSBD Bali untuk Warga Sumba Barat Daya di Pulau Dewata

Ketua Umum IKB Flobamora Bali Herman Umbu Billy (tengah), didampingi Ketua IKSBD Bali Samuel Sairo Kalumbang dan para pengurus, berfoto bersama seusai acara syukuran panitia pelantikan IKSBD Bali di Denpasar, Sabtu, 26 Juli 2025. (Balihotnews/dre)
Ketua Umum IKB Flobamora Bali Herman Umbu Billy (tengah), didampingi Ketua IKSBD Bali Samuel Sairo Kalumbang dan para pengurus, berfoto bersama seusai acara syukuran panitia pelantikan IKSBD Bali di Denpasar, Sabtu, 26 Juli 2025. (Balihotnews/dre)

Balihotnews.com | DENPASAR – Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya (IKSBD) Bali di bawah kepemimpinan Samuel Sairo Kalumbang telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk periode 2025-2028.

Program-program ini berfokus pada konsolidasi internal dan advokasi berkelanjutan bagi warga perantauan Sumba Barat Daya yang tinggal di Pulau Dewata.

“Langkah ini menjadi fokus utama demi memperkuat ikatan kekeluargaan serta mengatasi stigma negatif yang kerap melekat pada beberapa oknum,” ujar Samuel setelah acara syukuran dan pembubaran panitia pelantikan IKSBD Bali di Denpasar, Sabtu (26/7/2025).

Samuel menjelaskan bahwa langkah awal yang akan segera dilakukan adalah mengadakan doa bersama dengan seluruh ketua unit dan anggota.

Selain itu, IKSBD Bali juga memprioritaskan konsolidasi dan penguatan organisasi melalui penataan registrasi serta pendataan keanggotaan warga perantauan Sumba Barat Daya di Bali secara lebih baik.

Pendataan anggota ini dinilainya krusial untuk mengidentifikasi warga yang bermasalah dan membimbing mereka ke arah yang lebih baik, tentu dengan arahan dari para sesepuh.

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

Upaya mitigasi terhadap stigma buruk yang kerap menempel pada masyarakat perantauan asal Sumba juga menjadi perhatiannya.

IKSBD Bali, lanjut Samuel, senantiasa berkoordinasi intensif dengan para orang tua dan Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali. Koordinasi ini bertujuan untuk merespons cepat setiap insiden yang melibatkan oknum warga Sumba Barat Daya.

“Patut diakui juga selama ini kami sudah mulai turun ke bedeng-bedeng untuk memberikan edukasi kepada para pekerja proyek asal Sumba agar dapat bersikap baik dan sopan di tanah Bali,” imbuhnya.

Tak hanya berfokus pada edukasi, IKSBD Bali juga aktif dalam advokasi permasalahan yang menimpa anggotanya. Sebelum pelantikan pengurus, Samuel menyebut pihaknya turut memediasi kasus pembayaran upah yang tertunda bagi pekerja Sumba Barat Daya di beberapa proyek di Bali.

“Bahkan bukan saja orang Sumba saja yang kita bantu pada saat itu, namun ada juga dari Bondowoso kami bantu, itu sebagai bentuk pelayanan kami dalam sosial,” kata Samuel, seraya menegaskan komitmen IKSBD pada nilai-nilai kemanusiaan.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

Pada kesempatan yang sama, IKSBD juga melantik tim khusus Biro Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bahuham), tim media, dan koperasi. Pembentukan tim-tim ini diharapkan dapat meringankan beban operasional organisasi dan memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada anggota.

Peran Flobamora Bali dan Pendataan Keanggotaan yang Lebih Ketat

Sementara itu, Ketua Umum IKB Flobamora Bali, Herman Umbu Billy, menyambut baik langkah IKSBD Bali. Ia menegaskan pentingnya mekanisme organisasi modern dalam setiap unit kekeluargaan.

“IKB Flobamora sudah menyiapkan sistem database digital, sistem informasi anggota yang harus diverifikasi oleh semua unit termasuk IKSBD,” jelas Umbu, sapaan akrabnya.

Sistem ini, menurutnya, akan menyeimbangkan kerja di lapangan dengan kerja data, sehingga memastikan akurasi informasi anggota.

Lebih lanjut menurut pria yang juga seorang pengusaha di industri kreatif ini, mengisyaratkan pendekatan yang lebih ketat di masa depan akan diatur terkait regulasi keanggotaan.

“Ke depan kita hanya akan mengurus orang yang mau diurus. Orang yang mau mendaftar sebagai anggota. Kalau dia tidak mau mendaftar atau dia merasa bisa hidup sendiri, kita tidak akan mengurusnya,” tegas mantan Ketua Pemuda Katolik Komda Bali tersebut.

Berita Terkait:  Pertamina Janji Sehari Tak Kelar, Koster Datangi Direktur Pertamina di Sanggaran

Saat ini, lanjut Umbu, Flobamora Bali masih memberikan toleransi dan membuka ruang pendaftaran. Namun, akan tiba saatnya keanggotaan menjadi syarat utama untuk mendapatkan pendampingan.

“Mengenai pendataan anggota, saya yakin itu hanya masalah sosialisasi dan kedekatan. Saudara-saudara kita pasti mau bergabung kalau ada manfaatnya untuk mereka dan untuk masyarakat umum,” katanya optimis.

Di sisi lain, ia juga menyoroti fenomena oknum yang memanfaatkan organisasi Flobamora Bali tanpa bertanggung jawab saat menghadapi masalah.

“Saat mereka senang, kita tidak dihubungi, tapi saat ada masalah, kita dihubungi,” tuturnya, sembari menegaskan rencana dukungan organisasi di waktu mendatang hanya akan diberikan kepada anggota terdaftar yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Flobamora Bali. (dre)

Berita Terkini