PLN Perkuat Pengelolaan Limbah B3 Demi Keamanan Lingkungan dan Kenyamanan Masyarakat

Foto: Kegiatan Penggunaan APD Limbah B3 dan Pengambilan Spill Kit yang dilakukan pada tahapan simulasi TPS B3. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memperkuat komitmen terhadap perlindungan lingkungan melalui pelaksanaan simulasi Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Gudang Kapal. Kegiatan ini melibatkan pegawai serta Tenaga Alih Daya (TAD) yang bertugas di area pengelolaan limbah.

Langkah tersebut menjadi upaya preventif perusahaan dalam memastikan pengelolaan limbah operasional berjalan aman, tertib, serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengelolaan yang tepat dinilai penting untuk mencegah risiko pencemaran lingkungan sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi operasional.
TPS Limbah B3 merupakan fasilitas penyimpanan sementara bagi limbah berbahaya yang dihasilkan dari kegiatan operasional sebelum diangkut, diolah, atau dimusnahkan oleh pihak berizin.

Berita Terkait:  Pertamina Janji Sehari Tak Kelar, Koster Datangi Direktur Pertamina di Sanggaran

Limbah B3 sendiri memiliki potensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup apabila tidak ditangani secara benar.
Dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik langsung terkait tahapan pengelolaan limbah B3.

Proses yang disimulasikan meliputi identifikasi jenis limbah, pemilahan dan pengemasan sesuai karakteristik, pelabelan serta pencatatan, penempatan limbah di TPS sesuai standar keselamatan, hingga penanganan kondisi darurat seperti tumpahan atau kebocoran. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kepatuhan prosedur.

Pengelolaan TPS Limbah B3 yang baik memberikan manfaat strategis bagi masyarakat, antara lain mencegah pencemaran tanah, air, dan udara, menekan potensi gangguan kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

Selain itu, penerapan standar lingkungan yang ketat juga mendukung keandalan sistem kelistrikan karena seluruh proses operasional berjalan dengan prinsip keselamatan.

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan pentingnya simulasi tersebut sebagai bagian dari budaya keselamatan perusahaan.

“Pelaksanaan simulasi TPS Limbah B3 sangat penting untuk memastikan seluruh pegawai dan TAD memahami setiap tahapan pengelolaan limbah secara aman dan sesuai standar. Pengelolaan limbah yang baik akan mendukung keandalan operasional kelistrikan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan listrik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Petrus.

Melalui kegiatan ini, PLN UP2D Bali berharap kesiapsiagaan seluruh insan perusahaan dalam mengelola limbah B3 semakin meningkat. Dengan demikian, operasional kelistrikan dapat terus berjalan aman, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (red).

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

 

Berita Terkini