Literasi Digital Desa Diperkuat, PLN Fasilitasi Pustaka Inklusif di Tegal Harum

Foto: Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) UID Bali, Imbar Susanto bersama Perbekel Desa Tegal Harum I Komang Adi Widiantara sedang memperhatikan para operator yang langsung mengoperasikan perangkat komputer sumbangan dari PT PLN (Persero) UID Bali. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendorong literasi masyarakat kembali diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pengembangan perpustakaan digital di wilayah desa.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali menyerahkan bantuan fasilitas literasi kepada Perpustakaan Sastra Mahottama, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Bantuan ini mencakup rak baca, televisi, koleksi buku, komputer akses buku digital, dan satu unit motor untuk operasional perpustakaan keliling.

Keberadaan fasilitas ini bertujuan untuk memperluas akses pembelajaran di desa dan memperkuat budaya baca berbasis teknologi digital, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Turut hadir dalam penyerahan tersebut, Perbekel Desa Tegal Harum I Komang Adi Widiantara, perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Denpasar, Camat Denpasar Barat, serta Bunda Literasi Desa Ni Luh Gede Ernawati Widiantara.

Berita Terkait:  Percepat Distribusi BBM, Gubernur Koster Terapkan WFH Tiga Hari, Dorong Operasional Depo dan SPBU 24 Jam

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto menegaskan peran penting perpustakaan sebagai ruang literasi yang dinamis.

“Perpustakaan ini bukan sekadar ruang baca, tetapi telah menjadi pusat aktivitas literasi yang menjembatani budaya lokal, sastra, dan kemajuan teknologi,” ujar Imbar.

Generasi Adaptif dan Kreatif

Ia berharap, dengan dukungan digital yang memadai, anak-anak desa dapat tumbuh sebagai generasi adaptif dan kreatif.

“PLN tidak hanya menghadirkan energi listrik, tetapi juga energi perubahan dan semangat belajar di tengah masyarakat. Kolaborasi ini kami harapkan menjadi pijakan awal dari kerja sama jangka panjang yang memperkuat pendidikan berbasis nilai lokal dan teknologi,” imbuhnya.

Perpustakaan Mahottama, aktif sejak 2021, dikenal dengan sejumlah program inovatif seperti Mahottama Menginspirasi, Mahottama Membaca, dan Mahottama Berkarya, yang telah membawa prestasi hingga level nasional.

Berita Terkait:  Bupati Klungkung Resmikan Pembangunan Co.Lab Brew di RSUD Klungkung

Desa Tegal Harum sendiri memiliki potensi literasi besar, dengan lebih dari 1.800 anak usia PAUD-SD dan lebih dari 6.000 siswa di sekolah-sekolah sekitar seperti SMA Negeri 4 Denpasar dan SMP Negeri 7 Denpasar.

Perbekel Desa, I Komang Adi Widiantara, menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN yang konsisten mendukung pembangunan desa melalui program CSR.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena PLN sudah banyak membantu Desa Tegal Harum. Ini bukan bantuan pertama. Pada 2021, PLN juga menyalurkan bantuan TJSL untuk program lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan pihak swasta sangat penting dalam mempercepat pembangunan.

“Komunikasi dengan PLN sangat baik. Mereka selalu gerak cepat memberikan layanan terbaik kepada desa kami,” katanya.

Berita Terkait:  5 Ide Usaha Kecil dengan Modal Awal Satu Juta Cocok untuk Pelaku UMKM, Ada Apa Saja?

Desa Tegal Harum juga menjalankan program PUSAKA (Perpustakaan Sambang Sekolah), yang memungkinkan layanan pustaka keliling menjangkau sekolah-sekolah secara aktif. Bantuan dari PLN ini dinilai dapat memperkuat cakupan layanan tersebut secara signifikan.

“Dengan bantuan ini, kami berharap layanan perpustakaan kepada masyarakat bisa lebih optimal. Kami juga berharap PLN tetap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan desa yang literat dan berdaya saing,” tambahnya.

Langkah ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 11 tentang komunitas inklusif dan berkelanjutan.

Dengan inisiatif seperti ini, PLN Bali menunjukkan peran aktif sebagai agen perubahan yang berfokus tidak hanya pada kelistrikan, tetapi juga pada pembangunan masyarakat yang berdaya dan cerdas. (red)

Berita Terkini