PKB Dirancang Jadi Warisan Budaya dan Ekonomi Bali, Koster Pastikan Pengelolaan Profesional

Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Klungkjng I Made Satria saat Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh Ngeruak Bumi Penegteg Jagat di kawasan PKB Klungkung, Senin (29/12/2025). (balihotnews/istimewa)
Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Klungkjng I Made Satria saat Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh Ngeruak Bumi Penegteg Jagat di kawasan PKB Klungkung, Senin (29/12/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung tidak hanya diarahkan sebagai pusat pelestarian budaya, tetapi juga sebagai pilar ekonomi jangka panjang bagi Bali.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh Ngeruak Bumi Penegteg Jagat di kawasan PKB Klungkung, Senin (29/12/2025), yang menjadi penanda kesiapan pembangunan lanjutan setelah tahapan perencanaan dan penataan kawasan.

Gubernur Koster menyebut pengembangan PKB dilakukan secara terstruktur dan profesional melalui badan usaha milik daerah.

“Pembangunan zona penunjang sebagai kawasan komersial akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui Perseroda yang mengelola kawasan ini,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Pemprov Bali telah menyiapkan Perseroda khusus sebagai pengelola resmi kawasan agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan akuntabel.

Berita Terkait:  Percepat RDTR 2026, Bupati Klungkung Siapkan Fondasi Kuat Dongkrak Investasi Daerah

Perkuat Ekonomi Daerah

Koster menegaskan bahwa PKB dirancang tidak hanya untuk menjaga dan menghidupkan kebudayaan Bali, tetapi juga untuk memperkuat kekuatan ekonomi daerah.

“Kawasan ini dirancang sebagai destinasi wisata baru dan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Menurutnya, manfaat pembangunan PKB tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Klungkung, tetapi juga berdampak pada wilayah sekitarnya.

“Tidak hanya bagi Kabupaten Klungkung, tetapi juga Gianyar, Bangli, dan Karangasem,” ungkapnya.

Gubernur Koster menambahkan bahwa pemilihan Klungkung sebagai lokasi pengembangan PKB sarat makna historis serta diyakini mendapatkan restu niskala.

“Saya kira ini merupakan bagian dari kesinambungan sejarah yang direstui oleh niskala,” ujarnya.

Dari sisi teknis perencanaan, Koster menegaskan seluruh tahapan pembangunan telah disiapkan secara matang, termasuk pendanaan dan pola investasi. Ia menegaskan sikap selektif dalam mencari mitra kerja sama.

Berita Terkait:  Jaga Peradaban dan Tradisi, Bupati Klungkung Hadiri Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI

“Saya tidak sembarangan mencari investor untuk diajak bekerja sama,” tegasnya.

Baginya, kerja sama yang dibangun harus selaras dengan kepentingan Bali. Ia juga menekankan pemerataan pembangunan sebagai strategi besar.

PKB disebut akan menjadi bagian dari keseimbangan pembangunan wilayah, melengkapi proyek Turyapada Tower di Buleleng sebagai penggerak Bali Utara.

“Kini kita mulai menggerakkan pembangunan di Bali Tengah dan Bali Timur, agar seluruh wilayah Bali berkembang secara merata,” ungkapnya.

Dengan strategi tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada Bali Selatan. Ia berharap PKB menjadi warisan monumental bagi generasi mendatang.

“Kawasan ini telah dirancang dengan matang. Semoga ke depan dapat tumbuh dan berjaya,” pungkasnya. (red)

Berita Terkait:  Bupati Klungkung Resmikan Pembangunan Co.Lab Brew di RSUD Klungkung

Berita Terkini