Penghargaan Internasional Disabet DTW Jatiluwih Buktikan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Budaya Diakui Dunia

Foto: Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih kembali meraih penghargaan internasional dalam ajang Asian Tourism & Hospitality Awards 2025-2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | KUALA LUMPUR – Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata berkelanjutan di Asia setelah meraih penghargaan internasional dalam ajang Asian Tourism & Hospitality Awards 2025-2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa konsep wisata berbasis budaya dan pelestarian lingkungan yang diterapkan Jatiluwih terus mendapat pengakuan di tingkat global.

Ditengah persaingan ketat destinasi wisata Asia, Jatiluwih dinilai mampu mempertahankan identitas lokal sekaligus memenuhi standar industri pariwisata internasional.

Ajang yang diselenggarakan oleh platform media digital pariwisata TIN Media itu diikuti ratusan nominasi dari sembilan negara Asia. Penghargaan diberikan kepada destinasi, hotel, hingga pelaku industri yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dan kualitas layanan terbaik.

Berita Terkait:  ITDC Raih The Eighth BUMN Brand Equity Awards 2026, Tegaskan Kekuatan Brand di Industri Pariwisata

Manager Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian budaya lokal.

“Kehadiran ajang berskala regional seperti Asian Tourism & Hospitality Awards ini merupakan sebuah pengakuan penting. Penghargaan baru yang berhasil diraih Jatiluwih malam ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kami terhadap kualitas, keberlanjutan, dan pelestarian budaya lokal diakui secara luas di panggung internasional,” kata John Ketut Purna.

Menurutnya, keberhasilan Jatiluwih tidak lepas dari keterlibatan masyarakat lokal yang selama ini menjaga sistem subak sebagai warisan budaya dunia UNESCO. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen desa wisata.

Berita Terkait:  Dari Sampah Menjadi Nilai Tambah, Pelindo Lanjutkan Program WISE di Ring 1 Pelabuhan Benoa 

“Dibalik penghargaan yang diterima Jatiluwih, ada peluh dan ketulusan masyarakat lokal yang bekerja tanpa lelah. Di Jatiluwih, komitmen kami mengakar kuat pada filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Penghargaan baru ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Jatiluwih yang terus menjaga warisan leluhur kita,” kata John Ketut Purna.

 

Selain menjadi ajang apresiasi, Asian Tourism & Hospitality Awards juga menjadi ruang kolaborasi antarnegara Asia Tenggara dalam memperkuat sektor pariwisata regional. Acara ini dihadiri pelaku industri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, hingga Filipina.

Keberhasilan DTW Jatiluwih meraih penghargaan internasional kembali memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjaga nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan secara konsisten. (ace).

Berita Terkait:  Sayang Dilewatkan saat Liburan di Pantai Pandawa Bali, 7 Aktivitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan 

 

Berita Terkini