Pengedar Ganja dan Sabu di Denpasar Dituntut 7,5 Tahun Penjara 

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali menuntut seorang laki-laki Maulana Rabbani Saputra (32) dipenjara selama tujuh tahun enam bulan (7,5 tahun) atas perkara peredaran narkoba jenis ganja di wilayah Denpasar.

Balihotnews.com l DENPASAR- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali menuntut seorang laki-laki Maulana Rabbani Saputra (32) dipenjara selama tujuh tahun enam bulan (7,5 tahun) atas perkara peredaran narkoba jenis ganja di wilayah Denpasar.

JPU Dewa Ayu Tika Pramanasari saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa, menyatakan terdakwa Maulana Rabbani Saputra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram dan narkotika golongan | tanaman, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pertama Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo. UU RI Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan Kedua Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dalam Dakwaan Kombinasi Kedua Penuntut Umum.

“Menuntut, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Maulana Rabbani Saputra selama 7 (tujuh) tahun dan 6 (enam) bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Jaksa di muka persidangan.

Berita Terkait:  Rumah Tempat Pemotongan Ayam di Denpasar Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila dalam waktu satu bulan pidana denda tidak dibayar, maka harta kekayaan atau pendapatan terdakwa disita dan dilelang oleh Jaksa untuk melunasi pidana denda yang tidak dibayar.

Apabila penyitaan dan pelelangan kekayaan atau pendapatan tersebut tidak cukup atau tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, pidana denda yang tidak dibayar tersebut diganti dengan pidana penjara selama 80 hari.

JPU juga meminta barang bukti berupa tiga plastik klip masing-masing berisi kristal bening diduga mengandung sediaan narkotika dengan berat total keseluruhan 11,95 gram netto atau 13,14 gram brutto,

dua plastik klip masing-masing berisi tembakau diduga mengandung sediaan narkotika dengan berat total keseluruhan 21,60 gram netto atau 23,28 gram brutto.

Tak hanya itu, daun dan biji ganja dengan berat total keseluruhan 26,54 gram netto atau 88,22 gram brutto diminta untuk dirampas dan dimusnahkan.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa dan penasehat hukumnya Fandi T.R Lengkong menyatakan akan melakukan pembelaan secara tertulis.

Sebelumnya, terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum disebutkan sekitar bulan Desember 2025, terdakwa Maulana Rabani Saputra (32) memesan Narkotika jenis ganja dan MDMB-4en PINACA melalui akun Instagram yang bernama WEED420 (DPO), yang mana pembelian tersebut dilakukan dengan metode transfer terlebih dahulu melalui rekening Sea Bank dengan harga total sebesar Rp3,5 juta.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dukung Fasilitas dan Perizinan untuk Perseden Berlaga di Liga 3 Nasional

Setelah itu, terdakwa diminta untuk mengambil narkotika tersebut di pinggir jalan di atas tumpukan sampah plastik berwarna hitam di daerah Jalan Bungtomo, Denpasar.

Atas dua jenis narkotika ini terdakwa membelinya masing-masing dengan berat 30 gram dengan tujuan akan dikonsumsi sendiri.

Selanjutnya pada tanggal 17 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 Wita, terdakwa kembali memesan Narkotika jenis sabu melalui akun HEISENBERG (DPO).

Terdakwa membelinya dengan harga Rp8.450.000, yang diambil terdakwa di pinggir jalan di daerah Pulau Serangan, Denpasar.

Terhadap narkotika jenis sabu ini terdakwa memecahnya menjadi tiga paket dan disimpannya di dalam dompet coklat milik terdakwa yang nantinya rencana terdakwa akan jual.

Bahwa selanjutnya, pada Kamis 19 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 Wita, tim Satresnarkoba Polresta Denpasar melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa yang sedang bersantai di rumah kontrakannya. JPU menjelaskan saat penggeledahan ditemukan pada baju gamis di dalam kamar terdakwa tepatnya di saku kanan terdapat dompet berwarna coklat berisikan tiga plastik klip masing-masing berisi kristal bening diduga mengandung sediaan narkotika yang dililit dengan satu buah tisu. Di bawah tempat tidur ditemukan juga berupa 1 (satu) paper bag warna hijau didalamnya berisikan 1 (satu) bendel klip kosong, sebuah alat pelinting, dua kertas papir, satu buah timbangan elektrik dan kresek berwarna hitam yang di dalamnya terdapat dua plastik klip masing-masing berisi tembakau diduga mengandung sediaan narkotika.

Berita Terkait:  Perkuat Sinergi, BRI BO Denpasar Renon dan Kanwil Imigrasi Bali Gelar Audiensi Strategis

Selain itu, ditemukan pula tiga plastik klip masing-masing berisi daun, batang dan biji kering diduga mengandung sediaan narkotika.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No. Lab: 294/NNF/2026 tanggal 20 Februari 2026 yang dikeluarkan oleh Laboratorium Forensik Polda Bali telah dilakukan pemeriksaan terhadap delapan plastik klip yang diduga mengandung sediaan narkotika

Uji laboratorium menyatakan barang yang disita tersebut benar mengandung sediaan Metamfetamina dan terdaftar dalam Narkotika Golongan I (satu) nomor urut 61 Lampiran I UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Bhn)

Berita Terkini