Pengaruh Fobia! Ini Alasan Mengapa Banyak Hotel Tak Memiliki Lantai 13

Kebanyakan hotel atau gedung pencakar langit yang tinggi, tak memiliki lantai 13 atau angka 13. (balihotnews/dok.RafflesHotel-Jakarta by Accor)

Balihotnews.com | DENPASAR – Pernahkah kamu naik lift hotel dan memperhatikan bahwa tombol lantai 13 tidak ada?

Atau melihat daftar kamar tanpa nomor 13 sama sekali?

Ternyata, itu bukan kesalahan desain, melainkan keputusan yang disengaja.

Ada banyak hotel di seluruh dunia sengaja menghapus angka 13, baik pada lantai maupun kamar.

Mengutip Travel and Leisure, fenomena ini berakar pada sebuah fobia tentang angka 13 bernama triskaidekafobia.

Kondisi ini turut memengaruhi cara arsitek merancang gedung tinggi termasuk hotel demi kenyamanan para tamunya.

Apa itu triskaidekafobia?

Dilansir Medical News Today, seorang psikolog klinis spesialis pemulihan trauma dan manajemen stres, Bethany Juby, PsyD., menjelaskan bahwa triskaidekafobia adalah ketakutan berlebihan terhadap angka 13.

Berita Terkait:  Peringati Perayaan Tumpek Wayang, Gubernur Koster Menghaturkan Sembah Bhakti di Pura Er Jeruk

Beberapa individu yang memiliki kondisi ini bisa menunjukkan reaksi takut hingga menghindar, bahkan pada tingkat tertentu dapat mengganggu aktivitas kehidupan seseorang.

Lebih dari sekadar fobia, ini soal bisnis

Selain faktor fobia, ada alasan bisnis yang lebih rasional, yaitu hotel tak ingin kehilangan calon tamu hanya karena mereka enggan menginap di lantai atau kamar bernomor 13.

Bagi pengelola, kehilangan bahkan satu persen potensi tamu tetap berarti kerugian.

Seperti dilansir dari NDTV, Otis Elevator, sekitar 85 persen gedung yang menggunakan jasa mereka memilih tidak menampilkan lantai 13.

Beberapa bahkan menjadikan lantai tersebut untuk ruang teknis atau area mekanikal yang tidak diakses publik.

Berita Terkait:  Kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” Sasar Tiga Lokasi di Kabupaten Karangasem 

Mengganti angka 13

Banyak gedung atau hotel yang memiliki lebih dari 12 lantai mengganti angka selanjutnya menjadi 14 untuk menghindari keraguan pelanggan.

Jadi, meski secara teknis hotel tersebut memiliki 33 lantai, namun tingkat hunian paling tinggi yaitu 34.

Angka 13 juga tidak dicantumkan dalam penomoran di lift atau desain gedung.

Trik lain yang sering digunakan adalah mengganti angka tersebut dengan huruf “M”—huruf ke-13 dalam alfabet Latin—sehingga lantai tetap bisa diakses tanpa menimbulkan kesan negatif.

Itulah alasan mengapa jarang ditemukan lantai 13 atau angka 13 pada gedung tinggi seperti apartemen, kantor, atau bangunan hotel. (ani)

Berita Terkini