Balihotnews.com | MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mengucurkan dana hibah sebesar Rp 700 juta untuk mendukung pelaksanaan Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Massal di Desa Adat Kwanji, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi.
Dana hibah keagamaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Selasa (25/8/2026). Bantuan diterima oleh Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka, di sela prosesi ngajum sekah di Pura Dalem desa setempat.
Bupati Adi Arnawa menilai, pelaksanaan yadnya secara massal merupakan solusi cerdas dan efektif. Lewat pola gotong royong ini, beban finansial krama (warga) dapat ditekan tanpa mengurangi nilai kesucian ritual.
”Pemkab Badung berkomitmen untuk senantiasa hadir meringankan beban masyarakat. Astungkara, pelaksanaan karya ini berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh warga,” ujar Adi Arnawa.
Puncak Karya Digelar 28 Agustus
Di sisi lain, Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka, menyambut hangat kehadiran dan dukungan nyata pucuk pimpinan daerah tersebut. Ia menyebut ritual massal ini bukanlah hal baru, melainkan agenda rutin yang lahir dari kesepakatan bersama warga desa.
Rencananya, puncak upacara suci ini akan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026 mendatang.
”Tahun ini, upacara mesangih atau metatah (potong gigi) diikuti oleh 80 orang peserta. Sementara untuk upacara memukur atau nyekah mencakup sebanyak 66 sawa (roh yang disucikan),” urai Buda Arka merinci.
Prosesi ini turut dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Badung, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA), tokoh masyarakat setempat, serta krama Desa Adat Kwanji.
Sebagai catatan, Karya Manusa Yadnya (seperti potong gigi dan tiga bulanan) serta Pitra Yadnya (pengabenan dan nyekah) merupakan ritus krusial bagi umat Hindu. Digelar secara massal oleh desa adat, upacara ini memadukan penyucian bagi manusia yang masih hidup sekaligus wujud bakti dan penghormatan tertinggi bagi roh para leluhur.***






