Balihotnews.com | DENPASAR – Konferensi budaya internasional CHANDI 2025 yang berlangsung di Bali Beach Convention menjadi sorotan utama, terutama dengan kehadiran Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto.
Kehadirannya menegaskan bahwa peran TNI tidak terbatas pada keamanan, melainkan juga meluas ke ranah diplomasi budaya.
Acara yang mengangkat tema “Culture for the Future” ini dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon. Ia menyampaikan pandangan bahwa budaya adalah warisan sekaligus kompas masa depan bangsa.
Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama internasional, ditandai dengan penandatanganan MoU bersama Inggris dan Yordania, yang berfokus pada pariwisata budaya dan pelestarian warisan dunia seperti Borobudur dan Petra.
Lebih dari 30 negara turut berpartisipasi, menunjukkan skala dan pentingnya acara ini. Delegasi dari Iran, misalnya, ikut membahas inovasi dalam pelestarian budaya, sementara Singapura menginisiasi kerja sama film dan seni kontemporer.
Hal ini menunjukkan betapa budaya kini menjadi alat yang ampuh untuk memperkuat hubungan regional dan global.
Pembukaan konferensi juga menyuguhkan pertunjukan budaya memukau, seperti “Sound of Nusantara” dan tari Bali, yang memperkaya pengalaman para delegasi.
Acara yang diselenggarakan di Bali Beach Convention ini semakin menegaskan posisi Bali sebagai tuan rumah profesional untuk konferensi global, didukung oleh fasilitas berkelas dunia dan estetika panggung yang autentik.
Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. menyoroti peran strategis yang diambil Pangdam.
“TNI tidak hanya berperan pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung penguatan diplomasi budaya sebagai bagian dari strategi nasional,” ungkapnya.
Widi menambahkan bahwa kehadiran Pangdam di forum internasional ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan institusi pertahanan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian.
“Selain mewakili Panglima TNI, partisipasi aktif Pangdam IX/Udayana dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI selalu berada di garda terdepan mendukung kebijakan pemerintah. Melalui CHANDI 2025, Indonesia menegaskan dirinya sebagai pusat peradaban yang berbudaya, damai, dan berpengaruh di tingkat global,” tutup Kapendam. (dir)






