Pajak Bertutur 2025, DJP Bali Tanamkan Gotong Royong Pajak di Kalangan Pelajar

Suasana kegiatan Pajak Bertutur 2025, Rabu (27/8/2025). (balihotnews/kanwildjp)
Suasana kegiatan Pajak Bertutur 2025, Rabu (27/8/2025). (balihotnews/kanwildjp)

Balihotnews.com | DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali kembali menegaskan pentingnya literasi pajak bagi generasi muda melalui kegiatan Pajak Bertutur 2025 yang digelar serentak di seluruh Bali pada Rabu (27/8/2025).

Dengan mengusung tema “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju”, program ini menyasar peserta didik mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Tercatat sebanyak 383 siswa dari sembilan sekolah dan perguruan tinggi ikut serta dalam kegiatan edukasi ini, termasuk SDN 11 Kesiman Denpasar, SMAN 3 Negara Jembrana, hingga IKIP Saraswati Tabanan.

Khusus di SMK TI Bali Global Jimbaran, Kanwil DJP Bali berkolaborasi dengan KPP Pratama Badung Selatan untuk mengajak 59 siswa kelas XII dari berbagai jurusan, mulai dari Desain Komunikasi Visual (DKV), Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Teknik Jaringan & Komputer, hingga Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).

Berita Terkait:  5 Bisnis Rumahan Modal Kecil yang Bisa Dicoba untuk Pemula, Apa Saja?

“Pajak Bertutur merupakan program edukasi yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini. Kami tidak ingin hanya jurusan akuntansi dan keuangan saja yang memahami perpajakan. Melainkan kami ingin semua sektor pendidikan mengenal dan memahami manfaat pajak,” tegas Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan.

73% Pendapatan Negara Berasal dari Pajak

Ia menambahkan, kesadaran pajak bukanlah sesuatu yang bisa tumbuh instan, melainkan harus diperkenalkan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pajak adalah bentuk gotong royong seluruh rakyat untuk mendukung pembangunan nasional.

Dalam sesi penyuluhan, Penyuluh Pajak Kanwil DJP Bali, Ni Putu Ariasih, menjelaskan APBN melalui perumpamaan sederhana.

“Uang masuk ke dompet pemerintah disebut pendapatan negara, sedangkan uang keluar disebut belanja negara. Sebanyak 73% pendapatan negara berasal dari pajak,” jelasnya.

Berita Terkait:  8+ Ide Usaha Modal Rp 50 Ribu yang Bisa Diputar Harian, Peluang Cuan untuk Pemula, Mau Coba?

Sementara itu, Penyuluh Pajak KPP Pratama Badung Selatan, Made Saras Mulia Rani, menekankan bahwa alokasi pajak menyentuh kebutuhan vital masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

“Pemerintah mengalokasikan Rp724,3 triliun atau 20% dari APBN 2025 untuk pendidikan, sesuai amanat UUD 1945. Dana itu membiayai Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, BOS, hingga beasiswa LPDP,” terangnya.

Lewat Pajak Bertutur, DJP Bali berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melihat pajak sebagai kewajiban, melainkan juga memahami peran strategisnya dalam keberlangsungan pembangunan dan kemajuan bangsa. (red)

Berita Terkini