NasDem Bali Dorong Mahasiswa Lebih Aktif Berpolitik Lewat Seminar Pendidikan Politik

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bali menggelar seminar pendidikan politik di Kantor DPW NasDem Bali, Sabtu (8/11/2025). (balihotnews/rahma)
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bali menggelar seminar pendidikan politik di Kantor DPW NasDem Bali, Sabtu (8/11/2025). (balihotnews/rahma)

Balihotnews.com | DENPASAR – Dalam rangka memperingati HUT ke-14 Partai NasDem, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bali menggelar seminar pendidikan politik di Kantor DPW NasDem Bali, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk lebih memahami dan terlibat dalam dunia politik secara aktif dan bijak.

Ketua DPW NasDem Bali, I Nengah Senantara, menyoroti rendahnya minat kalangan muda terhadap politik. Berdasarkan data yang ia paparkan, hampir 61 persen mahasiswa di Indonesia tidak tertarik dengan politik.

“Dengan adanya acara seperti ini, kita berharap generasi muda sebagai penerus bangsa dan negara ini bisa terlibat dalam keputusan-keputusan politik,” ujarnya.

Berita Terkait:  Samuel F. Silaen Kritik Arah Negara: Jangan Sibuk Mengatur Ruang Privat, Persoalan Publik Terabaikan!

Menurut Senantara, politik seharusnya dipahami sebagai perjuangan yang mulia karena berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Melalui pendidikan politik, ia berharap mahasiswa dapat meningkatkan partisipasinya di periode mendatang.

“Kita harapkan nanti ke depan, partisipasi mahasiswa semakin meningkat. Inilah tujuan utama dari pendidikan politik yang dilakukan oleh Partai NasDem,” jelasnya.

Peran Pemilih Muda Lebih Dominan

Sementara itu, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang turut hadir sebagai narasumber, menilai bahwa peran pemilih muda akan semakin dominan dalam pemilu mendatang.

Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran kritis di kalangan generasi Z agar tidak sekadar ikut-ikutan dalam menentukan pilihan politik.

“Kalau melihat perkembangan ke depan, Gen Z akan semakin banyak menjadi pemilih. Maka penting bagi kita untuk membekali mereka dengan logika berpikir yang benar. Mereka harus tahu bukan hanya siapa yang dipilih, tapi juga kenapa mereka memilih,” tegasnya.

Berita Terkait:  KPU Bali dan Kodam IX/Udayana Jalin Perjanjian Kerja Sama Perkuat Sinergitas dan Pemutakhiran Data Pemilih

Lidartawan menambahkan, kesadaran tersebut harus lahir dari diri sendiri, bukan karena pengaruh luar atau kepentingan pragmatis.

“Pada saat mereka memilih, itu harus membawa misi dari rumahnya. Misalnya, saya ingin menjadikan bangsa ini lebih baik, bukan karena partai itu menang,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan seperti seminar ini, partai dapat berkontribusi membangun masyarakat yang lebih kritis, bahagia, dan bebas dari praktik politik uang.

“Parpol itu kan salah satu fungsinya membuat masyarakat sejahtera. Ketika orang sudah bahagia karena bisa menyalurkan aspirasinya dengan bebas, tanpa pengaruh negatif seperti manipulasi politik, itu bagian dari kebahagiaan demokrasi,” tutup Lidartawan.

Berita Terkait:  BBM Langka Bikin Warga Antre Berjam-jam, GMNI Sentil Pertamina

Berita Terkini