Balihotnews.com | DENPASAR – Operasi evakuasi medis (medevac) terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal kargo M/V Athanasia C berhasil dilaksanakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Rabu, 15 April 2026.
Proses penyelamatan berlangsung cepat dan melibatkan sejumlah unsur gabungan di wilayah Pelabuhan Benoa.
Informasi kejadian pertama kali diterima pada pukul 17.30 WITA dari Zumar, perwakilan agen kapal PT. Trans Cakrawala. Berdasarkan laporan, insiden kesehatan tersebut diperkirakan terjadi sejak pukul 03.00 WITA di hari yang sama.
” Kita evakuasi ABK bernama Tagayom Lorben Tubigon (37), warga negara Filipina, yang merupakan ABK kapal berbendera Marshall Islands tersebut,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Ia dilaporkan telah mengalami sakit sejak hari Minggu (12/4/2026), dengan kondisi yang semakin memburuk, ditandai terjadi kejang, tubuh kaku, gemetar, mulut berbusa, serta kehilangan kontrol buang air kecil.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR segera dikerahkan menuju lokasi. Pada pukul 18.30 WITA, empat personel tiba di Pelabuhan Benoa dan kemudian bergabung dengan tambahan empat personel lainnya. Tim bergerak menuju titik pertemuan (intercept) menggunakan RIB 02 Denpasar.
Tim SAR gabungan terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, tenaga medis dari RS Siloam, serta perwakilan agen kapal. Dukungan juga datang dari berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran operasi.
Pada pukul 20.00 WITA, tim berhasil menjangkau kapal M/V Athanasia C. Proses evakuasi dilakukan dengan metode penurunan menggunakan crane dan jaring (net) dari kapal menuju RIB. Seluruh proses berjalan lancar dan selesai dalam waktu 15 menit, tepatnya pukul 20.15 WITA.
Korban selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Benoa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Setelah tiba di darat, Tagayom Lorben Tubigon langsung dievakuasi menggunakan ambulans BBKK Denpasar Pos Pelabuhan Laut Benoa menuju RS Siloam.
Operasi ini juga melibatkan sejumlah unsur pendukung lainnya seperti TNI AL, VTS Benoa, KSOP Kelas II Benoa, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, serta BBKK Denpasar.
Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kesiapsiagaan dan sinergi lintas instansi dalam penanganan kondisi darurat di wilayah perairan Bali. (red).





