MBG Hadir di Desa Pupuan, Tekankan Edukasi Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyasar wilayah Tabanan, kali ini di SMPN 4 Pupuan, Desa Pupuan, Senin (24/11/2025). (balihotnews/istimewa)
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyasar wilayah Tabanan, kali ini di SMPN 4 Pupuan, Desa Pupuan, Senin (24/11/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | TABANAN – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyasar wilayah Tabanan, kali ini di SMPN 4 Pupuan, Desa Pupuan, Senin (24/11/2025). Program ini menekankan pentingnya edukasi gizi sejak dini sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam membentuk pola makan sehat anak.

Melalui sambungan daring, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menegaskan bahwa MBG merupakan langkah strategis negara untuk membangun generasi yang kuat dan berdaya saing.

Ia menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) harus memimpin edukasi pola makan sehat di tengah maraknya makanan ultra-proses.

“BGN harus menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak kita dari serbuan makanan ultra-proses yang berisiko meningkatkan penyakit tidak menular,” ujar Charles.

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

Kebiasaan di Rumah Tentukan Keberhasilan MBG

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program juga ditentukan oleh kebiasaan makan di rumah.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin generasi muda tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi besar di masa depan,” tegasnya.

Dukungan dari daerah datang dari anggota DPRD Tabanan I Gede Purnawan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menerima program MBG, tetapi ikut mengawal pelaksanaannya.

“Program ini harus kita dukung bersama. Selain meningkatkan gizi anak, MBG dapat menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal,” ungkapnya.

Dari sisi teknis, Ari Yulianto selaku Analis Madya Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

“MBG mencakup peserta didik PAUD hingga SMA, serta kelompok masyarakat rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pendekatan ini memastikan pemenuhan gizi sejak dini agar tumbuh kembang anak lebih optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi lokal menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.

“MBG bukan hanya soal makanan sehat, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sosialisasi di Desa Pupuan memperlihatkan komitmen pemerintah untuk memastikan akses gizi yang merata, edukasi keluarga, dan penguatan ekonomi berbasis pangan lokal.

Program MBG diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan. (red)

Berita Terkini