Balihotnews.com | KARANGASEM– Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kodim 1623/Karangasem dan Kodim 1610/Klungkung pada Selasa (22/7/2025), Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, tak hanya memperkuat pembinaan teritorial dan sinergi satuan, namun juga secara khusus menyoroti isu penting terkait pembentukan karakter anak di era digital.
Pangdam mengingatkan seluruh prajurit tentang dampak negatif dari penggunaan gawai dan permainan daring yang berlebihan pada generasi muda.
Kunjungan ini disambut meriah. Di Karangasem, Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf Gurbasa Samosir, menyambut Pangdam dengan pengalungan kain adat Songket Sidemen.
Sementara di Klungkung, Dandim 1610/Klungkung, Letkol Kav Sidik Pramono, menghadirkan pertunjukan seni tradisional yang kaya budaya.
Edukasi Orang Tua: Menjauhkan Anak dari Ketergantungan Gawai
Dalam pengarahannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya para prajurit, dalam membimbing anak-anak mereka.
“Pangdam turut menyoroti dampak negatif dari penggunaan gawai dan permainan daring pada anak-anak. Pangdam mendorong prajurit membentuk karakter anak dengan kegiatan positif seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang,” tuturnya.
Hal ini menjadi pesan utama, mengingat maraknya penggunaan teknologi di kalangan anak-anak saat ini.
Pangdam Udayana mengajak para prajurit untuk lebih proaktif dalam mengarahkan anak-anak pada aktivitas fisik dan interaksi sosial di dunia nyata, sebagai penyeimbang dari dunia digital.
Babinsa sebagai Ujung Tombak dan Pentingnya Kearifan Lokal
Selain fokus pada keluarga prajurit, Mayjen TNI Piek Budyakto juga kembali menegaskan peran vital Babinsa sebagai ujung tombak teritorial TNI AD.
Ia menekankan agar setiap Babinsa menguasai geografi, demografi, dan komunikasi sosial di wilayah binaannya, memastikan mereka dapat berinteraksi efektif dengan masyarakat.
Pangdam juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan, kesehatan, dan semangat kerja.
“Setiap tugas jangan dipikir terlalu berat, tapi langsung dikerjakan dengan baik dan optimal,” tegasnya, memotivasi prajurit untuk selalu berdedikasi.
Tak kalah penting, Pangdam mendorong penyelesaian persoalan di masyarakat secara kekeluargaan, dengan mengutamakan kearifan lokal sebelum melibatkan ranah hukum positif.
Ini menunjukkan komitmen Kodam IX/Udayana dalam menjaga harmoni sosial melalui pendekatan budaya dan kekeluargaan.
Kegiatan kunjungan kerja ini ditutup dengan penandatanganan pesan dan kesan Pangdam serta pemberian cenderamata.
Turut mendampingi Pangdam antara lain Danrem 163/WSA, Asintel dan Aster Kasdam IX/Udayana, Kasrem 163/WSA, Kasiops Korem 163/WSA, serta Kasmin Pangdam IX/Udayana.





