Kuliah di Bali, Kerja di Jepang: Cara Baru Mahasiswa Raih Masa Depan

Foto: Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan memberikan sambutan saat pelepasan dua mahasiswanya yang akan mengikuti program kuliah kerja di Jepang, pada Kamis, 18 September 2025. (Balihotnews/dre).

Balihotnews.com | DENPASAR – Kuliah sambil bekerja di luar negeri kini menjadi tren baru di kalangan mahasiswa Bali. Sejak awal 2025 hingga September, Kampus ITB STIKOM Bali mencatat sudah ada 99 mahasiswa yang dipersiapkan dan kuliah kerja magang di Jepang melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan dan perusahaan mitra.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, menegaskan program ini lahir dari kebutuhan global.

“Sekarang bukan hanya berwawasan internasional, mahasiswa kami sudah bekerja di luar negeri dengan gaji lima sampai enam kali lipat lebih tinggi dibanding di Indonesia,” ujar Dadang di Kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar, Kamis, 18 September 2025.

Menurut Dadang, mahasiswa akan ditempatkan bekerja di berbagai sektor, mulai dari rumah sakit, hotel, industri pengolahan makanan, hingga bidang teknologi informasi.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dukung Fasilitas dan Perizinan untuk Perseden Berlaga di Liga 3 Nasional

Meski ada sebagian yang sempat cuti karena kendala adaptasi cuaca dan beban kerja, mayoritas tetap melanjutkan kuliah secara normal.

Selain Jepang, kata Dadang, peluang serupa juga terbuka di Taiwan dan Korea. Adapun untuk negara di Eropa, Dadang menilai perbedaan waktu terlalu jauh sehingga kuliah jarak jauh kerap tersendat dan sementara belum dianjurkan.

“Harapan kami semakin banyak mahasiswa berani mengambil kesempatan ini. Di tengah sulitnya lapangan kerja di dalam negeri, program ini menjadi jalan keluar nyata,” katanya.

PIC Kuliah Kerja di Jepang, Rahman Sabon Nama, menambahkan, hingga 15 September 2025 jumlah mahasiswa yang tergabung dalam program ini mencapai 99 orang.

Mereka terdiri dari 51 mahasiswa penerima Beasiswa Pemda Ngada (Flores), 19 mahasiswa asal Bali, 19 dari Kabupaten Flores Timur, 6 dari Nagekeo, masing-masing 1 dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Lahat (Sumatra Selatan), dan Lombok Timur (NTB).

Berita Terkait:  Raih Juara 2 Dunia di Las Vegas, Bartender Bali Bawa Misi Perkenalkan Arak Bali ke Panggung Internasional 

Dari jumlah tersebut, 16 mahasiswa sudah bekerja di Jepang, 30 orang lulus wawancara dan tengah menjalani karantina di Indonesia, sementara 53 lainnya masih mengikuti kursus bahasa Jepang.

“Dua mahasiswa kami, I Gede Ananda Putra Pratama dan M. Jhosi Muba, pada 23 September akan berangkat ke Jepang menggunakan visa kerja tokutei ginou dengan masa kontrak lima tahun. Mereka rencana ditempatkan di Rumah Sakit Kepolisian Kota Osaka, difasilitasi oleh PT Tsubasa Internasional Academy,” ungkap Rahman yang juga mantan wartawan senior. (dre).

 

 

Berita Terkini