KRI Hingga Pasukan Katak Dikerahkan Amankan Red Bull Cliff Diving di Nusa Penida

Foto: Ajang loncat tebing akrobatik dunia, Red Bull Cliff Diving World Series 2026 siap digelar di Broken Beach, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali pada 21-23 Mei 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | KLUNGKUNG – TNI Angkatan Laut menyiapkan sejumlah armada laut dan udara untuk mendukung pengamanan ajang Red Bull Cliff Diving World Series 2026 di Broken Beach, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral) Laksamana Pertama TNI Albertus Agung Priyo Suseno di Denpasar, Rabu mengatakan pengamanan dilakukan karena lokasi kegiatan berada di kawasan laut terbuka yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dengan arus dan gelombang yang cukup kuat.

“Wilayah ini berhadapan langsung dengan samudera, arusnya cukup kuat, gelombangnya cukup tinggi dan cukup berisiko bagi atlet, panitia maupun penonton,” kata Albertus.

Ajang loncat tebing akrobatik dunia, Red Bull Cliff Diving World Series 2026 siap digelar di Broken Beach, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali pada 21-23 Mei 2026.

Berita Terkait:  Kontingen Indonesia Resmi Dilepas, 103 Atlet Bawa Misi Harumkan Nama Bangsa

Ia menegaskan aspek keselamatan atlet menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kompetisi loncat tebing akrobatik dunia tersebut.

Karena itu, TNI AL mendukung penuh penyelenggaraan acara, khususnya pada aspek keamanan dan keselamatan.

Menurutnya, keterlibatan TNI AL bermula dari audiensi pihak Red Bull Indonesia kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) di Markas Besar Angkatan Laut terkait kerja sama pengamanan kegiatan internasional tersebut.

Sebagai bentuk dukungan, TNI AL menyiapkan KRI Surabaya beserta dua helikopter, delapan skoci karet, empat rigid inflatable boat (RIB), pasukan katak, hingga tim penyelam yang akan berkolaborasi dengan tim keselamatan dari Red Bull.

“Kami memastikan kegiatan ini aman bagi atlet dan area perlombaan juga steril dari penonton saat atlet melakukan lompatan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Genjot Pembangunan Pariwisata Nusa Penida, Bupati Satria Sampaikan Usulan Program Prioritas ke Kementerian PU

Ia menjelaskan keberadaan helikopter disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat medis selama kompetisi berlangsung.

Menurutnya, jarak Nusa Penida menuju rumah sakit rujukan cukup jauh jika hanya mengandalkan transportasi laut sehingga dukungan evakuasi udara menjadi sangat penting.

“Kami menyiapkan heli untuk evakuasi medis apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” paparnya.

Albertus juga menyebut seluruh unsur pengamanan telah melakukan koordinasi intensif bersama tim Red Bull internasional, termasuk saat persiapan awal di Air Terjun Kroya, Desa Sambangan, Kabupaten Buleleng.

Dalam proses tersebut, kedua pihak saling memadukan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Kami saling bertukar pengalaman dan pengetahuan agar semua bisa berjalan dengan baik dan atlet tetap aman,” ujarnya. (alan).

Berita Terkait:  Kemenpar Siap Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pariwisata dan Pengelolaan Sampah di Nusa Penida

 

 

Berita Terkini