Korban Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Ditemukan Meninggal Dunia

Foto: Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Minggu pagi, 26 April 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BULELENG – Korban tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu pagi, 26 Apeil 2026. Korban diketahui bernama Ardianan Wardana Putra (23), warga Sleman, Yogyakarta.

Pencarian yang memasuki hari kedua ini dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat setempat di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Tim SAR memfokuskan penyisiran di sekitar pusaran air terjun, sementara tim darat melakukan pemantauan dari bagian atas untuk mengidentifikasi kemungkinan keberadaan korban.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah tim menemukan titik yang dicurigai sebagai lokasi korban.

“Kita menemukan salah satu titik yang kita curigai, posisi barat air terjun arah ke tebing,” terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.

Berita Terkait:  Rumah Tempat Pemotongan Ayam di Denpasar Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

Untuk memastikan dugaan tersebut, tim penyelam kemudian diturunkan ke lokasi. Tak berselang lama, sekitar pukul 09.00 Wita, korban berhasil ditemukan dibawah permukaan air dengan kedalaman sekitar 6-7 meter.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana hitam dan tidak ditemukan adanya luka benturan pada tubuhnya.

“Kondisi titik yang kita curigai dengan info kronologis awal yang kita terima pada posisi kurang lebih 2-3 meteran, bergeser ke arah selatannya,” jelasnya.

Setelah proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulans PMI Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, peristiwa nahas ini terjadi, Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, korban bersama sejumlah rekannya tengah beraktivitas mandi di air terjun.

Berita Terkait:  Penumpang KMP Cemerlang 55 Jatuh di Perairan Pelabuhan Gilimanuk 

Namun, suasana berubah menjadi mencekam ketika korban tidak mampu melawan derasnya arus air. Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh rekan-rekannya, tetapi kepanikan membuat korban akhirnya tenggelam dan hilang dari permukaan.

Pencarian sempat dilakukan hingga malam hari oleh tim SAR gabungan, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan pada hari berikutnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud, TNI AL Pos Sangsit, serta sejumlah relawan dan masyarakat setempat. (red).

 

Berita Terkini