KMHDI Kritik Pejabat BPI Danantara Berangkat Keluar Negeri

Foto: Bendahara Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), Gde Bayu Pangestu AW. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – 120 Pejabat setingkat direksi dari 29 perseroan dibawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan berangkat keluar negeri, guna mengikuti pelatihan menuai kritik dari publik.

Kebijakan tersebut dianggap tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tekanan.

Bahkan, banyak pihak menilai, langkah itu lebih mencerminkan gaya hidup birokrasi elit dibandingkan upaya efisiensi anggaran negara.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), Gde Bayu Pangestu AW menegaskan bahwa keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen BPI Danantara terhadap kepentingan rakyat.

“Ditengah kebutuhan efisiensi dan keterbukaan pengelolaan pendapatan negara, keputusan mengirim 120 pejabat keluar negeri justru menimbulkan pertanyaan besar. Apa urgensinya hingga harus belajar ke luar negeri,” kata Bayu, Jumat, 5 September 2025.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

Menurut Bayu, Indonesia memiliki banyak akademisi, praktisi dan profesional di bidang investasi yang mampu memberikan pelatihan dengan kualitas setara.

Hal ini dinilai lebih memahami konteks kebijakan nasional serta kebutuhan pembangunan ekonomi rakyat. Bahkan, jika diperlukan Pemerintah dapat mengundang trainer luar negeri untuk dapat hadir ke Indonesia.

Ia menambahkan, solusi yang lebih tepat adalah mengoptimalkan lembaga pendidikan tinggi, lembaga riset, hingga komunitas profesional keuangan di dalam negeri.

Dengan begitu, pejabat negara tetap mendapatkan peningkatan kapasitas tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan besar.

“Solusinya sederhana: gunakan anggaran untuk program pelatihan nasional berbasis kolaborasi. Libatkan perguruan tinggi, lembaga riset dan komunitas profesional dalam negeri. Pejabat negara belajar sekaligus memperkuat ekosistem pengetahuan bangsa, dan jika diperlukan hadiri trainer dari luar negeri untuk hadir ke Indonesia jika sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

Berita Terkait:  KMHDI: Keadilan tak boleh Menunggu Viral, Selamat Datang Kapolri Suyudi Ario Seto

KMHDI juga menekankan pentingnya prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap langkah pengelolaan anggaran negara. Sebagai lembaga pengelola investasi pendapatan negara, kehadiran BPI Danantara bukan sebaliknya menjadi beban negara dan tidak sejalan dengan efisiensi yang di gaungkan oleh presiden. BPI hadir menjadi lembaga yang dapat memberikan contoh tata kelola organisasi yang bermanfaat dan efektif untuk negara.

“Kami ingin menegaskan, setiap rupiah dari anggaran negara harus kembali kepada rakyat. Bukan untuk perjalanan yang justru menambah jarak antara pejabat dengan masyarakat yang dilayani,” tutupnya. (red).

 

 

Berita Terkini