Ketua Bawaslu Bali: Pancasila Kompas Moral Pengawas Pemilu, Bukan Sekadar Seremoni

Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna. (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | DENPASAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali menegaskan Pancasila bukan hanya landasan ideologis yang diperingati secara seremonial, tetapi merupakan kompas moral dan benteng integritas utama dalam mengawal setiap tahapan pemilihan umum (Pemilu) di Pulau Dewata.

Penegasan ini menjadi pesan sentral dalam upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila di Sekretariat Bawaslu Bali, di Denpasar, Senin (2/6/2025).

Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyatakan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila adalah harga mati bagi setiap pengawas pemilu.

Momen ini, tegas Suguna, dimaknai sebagai titik peneguhan kembali nilai-nilai luhur bangsa di tengah tantangan demokrasi modern.

“Sebagai pengawal demokrasi, kita tidak boleh lagi memaknai Pancasila sebatas seremoni. Ia adalah pedoman kerja, landasan integritas, dan kompas moral kita dalam menjaga marwah pemilu,” ucap Suguna dalam amanatnya.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

Menurutnya, kelima sila dalam Pancasila, yakni mulai dari Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, hingga Keadilan Sosial, merupakan fondasi tak tergantikan untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Nilai-nilai ini, lanjutnya, harus tertanam kuat dalam setiap langkah pengawasan.

“Pancasila mengajarkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Dalam konteks pengawasan, ini berarti Bawaslu harus hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan hak politik seluruh warga negara terlindungi tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Lebih jauh, Suguna turut menyoroti tantangan pengawasan di era digital yang semakin kompleks. Ia mengingatkan bahwa ruang siber telah menjadi “medan pertempuran baru” yang rawan disinformasi, ujaran kebencian, dan hoaks yang dapat mengancam kualitas demokrasi.

Berita Terkait:  Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pengamalan Nilai Pancasila Peringati Hari Kesaktian Pancasila

“Ancaman polarisasi akibat hoaks dan disinformasi di dunia maya itu nyata. Karena itu, pengawas pemilu harus melek digital dan bijak memanfaatkan teknologi untuk menangkal setiap potensi pelanggaran,” paparnya.

Sebagai penutup, ia berpesan agar seluruh jajaran pengawas pemilu di Bali terus memperkuat sinergi dan profesionalisme, serta menjaga netralitas sebagai pilar utama kepercayaan publik.

“Mari kita terus bersinergi, jaga netralitas, junjung tinggi etika, dan tingkatkan profesionalisme demi pemilu yang berintegritas dan demokrasi yang bermartabat di Pulau Dewata yang kita cintai,” pungkasnya. (dre)

Berita Terkini