Kepemimpinan Gubernur Koster Dinilai Konsisten Jadikan Data Pijakan Strategis Rumuskan Kebijakan Pembangunan

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan sambutan, saat memperingati Hari Statistik Nasional di Art Centre, Denpasar, Jumat, 26 September 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster dinilai konsisten menjadikan data sebagai landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

Pernyataan tersebut ditegaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, saat memperingati Hari Statistik Nasional di Art Centre, Denpasar, Jumat, 26 September 2025.

Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang dilakukan di Bali tidak berjalan berdasarkan intuisi semata, melainkan berakar pada informasi statistik yang valid dan terukur.

“Pada kesempatan ini saya atas nama pribadi dan juga atas nama lembaga ingin menyampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian bahwa kita patut bersyukur dan berbangga karena pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Wayan Koster telah menunjukkan komitmen nyata dalam menjadikan data sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan,” kata Agus.

Berita Terkait:  Serahkan Tali Kasih ke Umat Khonghucu, Bupati Satria Perkokoh Kerukunan Umat lewat "Satria Peduli"

Agus menambahkan, komitmen tersebut tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar tercermin dalam praktek kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang dijalankan Gubernur Koster.

Bahkan, konsistensi Bali dalam mengelola data pembangunan telah mendapatkan pengakuan nasional.

“Komitmen tersebut tidak hanya tercermin dalam praktik kebijakan berbasis bukti, tetapi juga telah memperoleh pengakuan nasional dalam meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2023 dan 2024. Provinsi Bali menjadi daerah dengan pengelolaan statistik terbaik secara nasional,” tegasnya.

Dengan capaian itu, BPS Bali berharap Pemerintah Daerah, OPD, akademisi, hingga masyarakat luas semakin menyadari pentingnya data dalam pembangunan. Sebab, data bukan hanya sekadar angka, melainkan pijakan strategis untuk menentukan arah kebijakan agar tepat sasaran.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Serahkan CSR St Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

“Tak hanya memberi manfaat bagi birokrasi, penguatan budaya statistik ini juga dinilai membuka ruang partisipasi publik, karena masyarakat dapat ikut mengawasi sekaligus merasakan hasil pembangunan yang lebih transparan, terukur dan berkeadilan,” pungkasnya. (red).

 

 

Berita Terkini