Balihotnews.com | DENPASAR – Indonesia memiliki banyak desa yang masih mempertahankan tradisi dan budaya turun-temurun.
Di tempat-tempat ini, rumah-rumah adat tetap terjaga, masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari sesuai kebiasaan lama, dan alamnya masih asri.
Desa-desa semacam ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mendapat perhatian dari wisatawan internasional karena keunikan budaya dan cara hidup masyarakatnya.
Berikut lima desa wisata di Indonesia yang mendunia karena keaslian budaya dan tradisinya.
1. Desa Penglipuran, Bali
Desa Penglipuran terkenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Warga desa ini masih teguh menjalankan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam.
Semua rumah adatnya seragam, tata ruang desanya rapi, dan kehidupan sosial warganya sangat erat.
Di Desa ini, setiap sudut jalan terasa seperti berada di “museum hidup” karena semuanya terjaga dengan baik, bahkan tanaman di halaman rumah dipilih dan ditata agar sesuai harmoninya dengan desa.
Popularitasnya secara internasional didukung oleh pengakuan banyak media perjalanan dunia dan sering masuk daftar desa wisata yang harus dikunjungi di Bali.
2. Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur
Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, Desa Wae Rebo sering dijuluki “negeri di atas awan”.
Desa ini terkenal dengan rumah adat berbentuk kerucut Mbaru Niang yang masih asli dan dibangun secara tradisional.
Keaslian budaya Wae Rebo diakui oleh UNESCO melalui Asia-Pacific Heritage Award for Cultural Heritage Conservation pada 2012, menjadikannya desa wisata yang mendunia.
Wisatawan tertarik karena pengalaman unik tinggal di rumah adat dan menyaksikan kehidupan masyarakat yang tetap memegang tradisi leluhur.
3. Desa Adat Ratenggaro, Sumba
Desa Ratenggaro terkenal dengan rumah adat beratap jerami tinggi (uma mbatang) dan kuburan batu megalitikum yang tersebar di permukiman.
Selain menyajikan keaslian budaya Sumba, desa ini memiliki pemandangan pantai yang indah.
Menariknya, masyarakat di sini masih memegang tradisi leluhur, seperti upacara adat yang mengiringi setiap peristiwa penting kehidupan.
4. Desa Sade, Lombok
Desa Sade merupakan pusat budaya Suku Sasak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Masyarakatnya masih membangun rumah tradisional dari anyaman bambu dengan lantai dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau, serta menenun kain tenun ikat sebagai mata pencaharian utama kaum perempuan.
Keaslian tradisi dan teknik pembuatan rumah serta kain membuat Desa Sade menjadi tujuan wisata budaya yang dikenal di tingkat internasional.
Banyak turis datang untuk belajar tentang kehidupan dan kerajinan tradisional Sasak yang masih terjaga.
5. Desa Kete Kesu, Tana Toraja
Desa Kete Kesu di Sulawesi Selatan menjadi terkenal karena rumah adat Tongkonan yang tersusun rapi dan lumbung padi tradisional di depannya.
Desa ini juga dikenal karena upacara pemakaman Rambu Solo, salah satu tradisi adat Toraja yang paling kompleks dan menarik perhatian wisatawan internasional.
Keaslian rumah adat, kehidupan tradisional, dan upacara adat yang unik menjadikan Kete Kesu sebagai salah satu desa adat yang mendunia. (ani)








