IWO Bali Resmi Dilantik, Ketum Minta Media Online Jadi Benteng Terdepan Tangkal Hoaks

Foto: Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali dilantik Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Pusat, H. Teuku Yudhistira Adi Nugraha M.Ikom., di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Jumat, 8 Agustus 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Di tengah derasnya arus informasi digital, media online diminta menjadi benteng terdepan dalam menangkal hoaks yang kian marak.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Pusat, H. Teuku Yudhistira Adi Nugraha M.Ikom., saat melantik Pengurus Wilayah (PW) IWO Bali di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Jumat, 8 Agustus 2025.

Pelantikan menetapkan Tri Widiyanti sebagai Ketua PW IWO Bali dan Wisnu Widayanti sebagai Sekretaris. Dalam kesempatan yang sama, turut dilantik Pengurus Daerah (PD) IWO Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk masa bakti 2024–2029, mencakup posisi ketua, sekretaris, dan bendahara.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, perwakilan organisasi profesi jurnalis, akademisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, hingga puluhan pelajar SMA se-Denpasar. Momen pelantikan juga dirangkai dengan pemotongan tumpeng memperingati HUT ke-13 IWO.

Berita Terkait:  Arya Wibawa Dorong Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

Usai pelantikan, agenda berlanjut dengan talkshow bertema “Peran Media dalam Menangkal Hoaks di Era Disrupsi Digital”.

Empat narasumber hadir, yakni Ketua Umum IWO Pusat H. Teuku Yudhistira Adi Nugraha M.Ikom., Ketua DPD Asosiasi Pariwisata (ASITA) Provinsi Bali I Putu Winastra, S.AB., M.A.P., Kasubdit 3 Dit Siber Polda Bali AKBP Ketut Gelgel, S.Sos., dan Dosen ITB STIKOM Bali I Komang Dharmendra.

Dalam pemaparannya, Teuku Yudhistira menyoroti data bahwa pada 2024 terdapat sekitar 47 ribu media online di Indonesia, angka yang diperkirakan terus bertambah. Namun, banjir informasi itu belum sepenuhnya diiringi verifikasi ketat sehingga hoaks masih mudah menyebar di media sosial.

“Tantangan kita hari ini adalah meluruskan nalar publik yang dibanjiri informasi sesat. Media online harus menjadi filter terakhir sebelum informasi dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster kembali Tinjau Depo Pesanggaran, Pastikan Pertamina Percepat Distribusi BBM ke SPBU

Yudhistira mendorong IWO Bali menjadi penguat ekosistem jurnalisme yang bertanggung jawab, terlebih mengingat Bali adalah destinasi wisata internasional yang sensitif terhadap citra publik.

Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota IWO Bali memegang teguh Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Ketua PW IWO Bali, Tri Widiyanti, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum untuk membangun sinergi lintas sektor. Menurutnya, posisi strategis Bali sebagai etalase pariwisata nasional dan internasional menuntut media lokal bersikap profesional, beretika, dan menjaga kualitas informasi.

Widiyanti juga menyebut, IWO Bali bertekad memperkuat perannya sebagai mitra kritis sekaligus kolaboratif bagi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memastikan arus informasi yang sehat dan bermanfaat bagi publik.

Berita Terkait:  Monitoring Pembangunan Daerah di Kecamatan Klungkung dan Dawan, Bupati Satria Apresiasi Capaian Proyek Fisik Tepat Waktu dan Berkualitas

“Moemen pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal langkah nyata memperkuat kolaborasi, menjaga etika profesi, dan membangun citra pers yang sehat di era digital,” kata Widiyanti. (dre).

Berita Terkini