ITDC Mulai Rejuvenasi The Nusa Dua, Transformasi Terbesar dalam 52 Tahun

Foto: Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, saat memulai Kick-off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua, Rabu, 28 Januari 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG – Setelah lebih dari lima dekade menjadi ikon pariwisata premium Bali, kawasan The Nusa Dua resmi memasuki babak baru.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) memulai Kick-off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua, Rabu, 28 Januari 2026.

Inisiatif ini disebut sebagai transformasi terbesar sejak kawasan ini pertama kali dikembangkan pada 1973.

Rejuvenasi ini diarahkan untuk menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang lebih modern dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan identitas budaya dan kearifan lokal Bali. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi ITDC dalam menjaga daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar perbaikan fisik kawasan. “Transformasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi langkah menyeluruh untuk memperkuat kualitas tata ruang, fasilitas publik, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan. Kami ingin menghadirkan The Nusa Dua yang lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan pariwisata modern, tanpa meninggalkan akar budaya Bali dan nilai-nilai lokal yang menjadi karakter kawasan,” ujarnya.

Berita Terkait:  OGOD Dongkrak Penerimaan Retribusi Nusa Penida hingga 210,45 Persen

Dalam tahap peremajaan, ITDC memprioritaskan peningkatan infrastruktur untuk menunjang kenyamanan wisatawan dan aktivitas operasional kawasan. Salah satunya melalui overlay jalan sepanjang 3,7 kilometer untuk memperkuat infrastruktur inti kawasan.

Selain itu, jalur pedestrian sepanjang 7,5 kilometer juga ditata ulang, termasuk sistem pencahayaan di titik-titik yang sebelumnya belum optimal agar lebih aman dan ramah bagi wisatawan, khususnya pada malam hari. Akses menuju Peninsula Island turut dibenahi agar lebih tertib dan nyaman.

Disisi lain, ITDC juga mengembangkan fasilitas pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan luasan hingga 5.000 meter persegi, sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen lingkungan berkelanjutan di The Nusa Dua.

Berita Terkait:  Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Megawati Minta Mitigasi Pesisir Tak Setengah-setengah

Peninsula Island dipilih sebagai titik awal pelaksanaan rejuvenasi karena perannya sebagai ruang publik sekaligus etalase utama kawasan.

Pada tahap pertama, ITDC melakukan penataan panggung event, peremajaan akses menuju Water Blow, serta pembangunan area wedding untuk memperkuat daya tarik wisata premium.

Sementara itu, Pulau Nusa Dharma juga masuk dalam rencana pengembangan sebagai wellness island dengan tambahan fasilitas yoga, meditasi, serta aktivitas kebugaran dan kesehatan.

ITDC menilai proyek rejuvenasi ini sebagai investasi jangka panjang yang berdampak luas, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja, proyek ini juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan desa adat. Prosesi Ngeruak yang digelar saat kick-off menjadi simbol keterlibatan nilai adat dan tradisi Bali dalam setiap tahapan pembangunan.
Ahmad Fajar menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

Berita Terkait:  Pantai Jimbaran Bali: Perpaduan Pasir Putih, Keindahan Sunset dan Seafood Bakar yang Mengesankan

“Kami memastikan bahwa seluruh proses rejuvenasi mengikuti masterplan kawasan serta didasarkan pada kajian dampak lingkungan, termasuk implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan budaya Bali. Penguatan infrastruktur dan fasilitas hanya akan memiliki makna jika tetap menjaga harmoni dengan masyarakat, adat, dan lingkungan. Dengan berbagai pembaruan tersebut, kawasan The Nusa Dua akan tampil lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih siap menyambut berbagai kegiatan berskala nasional maupun global,” paparnya.

Proyek peremajaan The Nusa Dua direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028.

Melalui pembaruan berkelanjutan ini, ITDC berharap The Nusa Dua tetap menjadi destinasi unggulan Bali dan Indonesia, sekaligus ruang publik premium yang memberikan manfaat nyata bagi wisatawan, komunitas lokal, dan perekonomian daerah. (red).

 

Berita Terkini