IHSG Cetak Rekor, Investor Pasar Modal Tembus 19 Juta: OJK Optimistis Ekonomi Solid

Foto: Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan, dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan, pada 29 Oktober 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 29 Oktober 2025, OJK menilai perekonomian nasional masih solid, didukung pertumbuhan ekonomi triwulan III sebesar 5,04 persen serta indeks manufaktur (PMI) yang tetap berada di zona ekspansi.

“Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” tulis OJK dalam rilis resminya, sembari menyoroti perlunya dukungan terhadap permintaan domestik di tengah moderasi inflasi dan kepercayaan konsumen.

Pasar modal Indonesia juga mencatat performa positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.163,88 atau naik 15,31 persen secara tahunan, sementara nilai transaksi harian saham mencapai rekor Rp25,06 triliun. Jumlah investor pasar modal meningkat pesat, menembus 19,18 juta investor, tumbuh 29,01 persen sepanjang 2025.

Berita Terkait:  El Nino Ancam Produksi Pangan, Koperasi Pertanian ASEAN Didorong makin Kuat

Di sektor perbankan, kredit tumbuh 7,70 persen menjadi Rp8.162,8 triliun, didorong oleh kredit investasi yang naik signifikan 15,18 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 11,81 persen menjadi Rp9.695,4 triliun, dengan rasio likuiditas dan permodalan (CAR) yang tetap kuat di atas 26 persen.

Sementara itu, industri asuransi dan dana pensiun terus stabil dengan total aset mencapai Rp1.622,78 triliun dan tingkat solvabilitas (RBC) jauh di atas ambang batas. OJK juga memperkuat pengawasan terhadap praktik ilegal dan ketidakpatuhan di berbagai sektor, termasuk mencabut izin beberapa lembaga pembiayaan dan platform pinjaman daring yang tidak memenuhi ketentuan ekuitas minimum.

Dalam sektor inovasi keuangan digital, OJK mencatat lonjakan signifikan pada aktivitas aset kripto, dengan nilai transaksi Oktober 2025 mencapai Rp49,28 triliun atau naik 27,64 persen dari bulan sebelumnya. Jumlah pengguna aset kripto kini mencapai 18,61 juta konsumen.

Berita Terkait:  OJK Luncurkan Rp 3I 2026-2030, Perkuat Reseliensi dan Peran Perbankan Sebagai Penggerak Ekonomi 

Selain menjaga stabilitas keuangan, OJK juga memperkuat perlindungan konsumen dan pemberantasan aktivitas keuangan ilegal, dengan pemblokiran lebih dari 29 ribu rekening terkait perjudian daring dan penindakan terhadap 1.841 entitas ilegal sepanjang tahun ini. (red).

Berita Terkini