Target ‘Reborn’ di 2029, Duet Politisi Senior-Gen Z Jadi Senjata Hanura Bali

Gde Wirajaya Wisna, Ketua DPD Partai Hanura Bali. (Balihotnews/dre)
Gde Wirajaya Wisna, Ketua DPD Partai Hanura Bali. (Balihotnews/dre)

Balihotnews.com | DENPASAR – DPD Partai Hanura Provinsi Bali mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilu 2029. Mengusung semangat ‘reborn’ atau bangkit kembali, Hanura Bali mematok target ambisius, yakni merebut 36 kursi legislatif di seluruh Pulau Dewata.

​Ketua DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, menegaskan target tersebut disuarakan langsung dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Pihaknya pun bertekad mengembalikan kursi-kursi partai yang sempat hilang pada pemilu sebelumnya.

​”Tahun 2029 kita ingin bangkit kembali lah. Sekarang positioning partai ada di 6 kursi, sebelumnya pernah 16 kursi. Kita upayakan untuk reborn,” kata Wirajaya saat ditemui di Gianyar, Kamis (25/6/2026).

​Politisi asal Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng ini merinci, target 36 kursi tersebut mencakup perwakilan di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Ia mencontohkan kondisi di beberapa daerah yang selama ini menjadi basis suara Hanura, seperti Kabupaten Buleleng, Klungkung, dan Jembrana.

Berita Terkait:  Atasi Kelangkaan BBM, Gubernur Koster Panggil Pertamina dan Hiswana Migas

​”Di Buleleng yang tadinya 6 kursi lalu turun jadi 5 dan sekarang tinggal 2, kita coba kembalikan ke 6 kursi. Karangasem sempat 3 sekarang 1, kita kembalikan ke 3. Denpasar dulu punya 4 kursi, sekarang nol, kita targetkan kembali ke 4,” paparnya.

​Sementara untuk tingkat DPRD Provinsi Bali, mantan Bendahara Umum BPD HIPMI Bali (2004-2007) ini mematok raihan minimal 1 hingga 3 kursi. Hal ini dinilai krusial agar Hanura memiliki perwakilan yang maksimal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali.

​Jurus Kolaborasi Senior & Gen Z

​Untuk memuluskan langkah ‘reborn’ tersebut, Hanura Bali tak hanya mengandalkan wajah lama. Wirajaya menyebut partainya kini secara agresif merangkul Generasi Z untuk dikombinasikan dengan politisi senior.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Bali Hadapi Perubahan Iklim melalui Pengembangan Kawasan Rendah Emisi

​Bukti nyatanya ada di Klungkung. Hanura mempercayakan tampuk pimpinan DPC Klungkung kepada sosok pemuda berusia 24 tahun, yaitu Gede Narayana Putra Mahardhika. Keputusan ini diklaimnya sesuai dengan aspirasi akar rumput di tingkat PAC.

​”Demografi saat ini luar biasa, Gen Z jadi rebutan. Kalau memang ada generasi muda yang memiliki niatan dari hati nuraninya untuk menjadi pemimpin, ya kita buka ruang. Kita kombinasikan antara yang muda dan yang senior,” tegas Wirajaya.

​Meski begitu, teka-teki mengenai siapa saja tokoh politisi senior Bali yang “turun gunung” dan kembali bergabung ke Hanura masih disimpan rapat. Wirajaya menjanjikan nama-nama tersebut akan menjadi kejutan saat pelantikan pengurus kabupaten/kota mendatang.

Berita Terkait:  Strategi 4 Pilar Demer usai Dilantik Bahlil Jadi Ketua DPD Golkar Bali

​Siap Verifikasi KPU 100 Persen

​Menghadapi tahapan krusial terdekat, yakni verifikasi partai politik oleh KPU, Hanura Bali mengklaim kesiapannya sudah mencapai 100 persen. Seluruh kepengurusan dari tingkat DPD, DPC, hingga PAC telah terbentuk dan mengantongi SK resmi.

​”Sekretariatnya ada, kepengurusannya ada, SK semua ada. Tinggal dilantik saja. Nanti secara informal kita juga akan menyandingkan logo Hanura lama dengan logo baru yang menampilkan Singa Hanura,” ujarnya.

​Terakhir, Wirajaya menitipkan harapan besar kepada DPR RI agar menggodok dan merampungkan Undang-Undang Pemilu jauh-jauh hari. Ia mewanti-wanti agar regulasi tidak diputuskan di menit-menit akhir (last minute).

​”Aturan main yang disiapkan jauh-jauh hari akan melahirkan output demokrasi yang jauh lebih baik, tanpa banyak polemik,” pungkasnya. *** (dre)

Berita Terkini