Balihotnews.com | DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan apresiasi kepada generasi muda yang terus menjaga tradisi dan budaya Bali melalui kreativitas pembuatan ogoh-ogoh.
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat, 8 Mei 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menghadirkan karya ogoh-ogoh kreatif, artistik, dan memiliki nilai filosofis kuat.
Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa tradisi ogoh-ogoh bukan sekadar kegiatan tahunan menjelang Hari Raya Nyepi. Menurutnya, ogoh-ogoh telah berkembang menjadi simbol kreativitas sekaligus identitas budaya generasi muda Bali.
“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” kata Gubernur Koster.
Koster dan Giri Prasta juga mengaku kagum setelah mendengar langsung proses pembuatan ogoh-ogoh dari para peserta. Mereka menyebut pengerjaan satu ogoh-ogoh bisa memakan waktu hingga lima bulan dengan biaya produksi mencapai lebih dari Rp50 juta.
Biaya besar tersebut, menurut para peserta, berasal dari hasil gotong royong dan kebersamaan pemuda di masing-masing banjar. Para anggota STT bahkan rela menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan karya terbaik mereka sebelum diarak saat malam pengerupukan.
Suasana haru pun terasa saat para generasi muda menceritakan perjuangan mereka dalam menciptakan ogoh-ogoh yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga sarat pesan budaya dan filosofi Bali.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan sebesar Rp5 juta kepada 10 STT favorit pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.
Sepuluh STT penerima penghargaan yakni STT Anom Darsana dari Karangasem, ST Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA Purbawisesa dari Jembrana, ST Sukarela dari Denpasar, ST Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST Swadharmita dari Klungkung, STT Ananta Genta Laksana dari Tabanan, STT Munca Sari dari Tabanan, ST Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST Bhuana Kusuma dari Badung.
Menjelang akhir acara, para penerima penghargaan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta atas perhatian pemerintah terhadap kreativitas anak muda Bali.
“Matur suksema Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” kata mereka bergantian.
Momentum tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Bali masih memiliki semangat kuat untuk menjaga tradisi dan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman dan modernisasi. (red).








