Gubernur Koster: Sistem Sampah Harus Dikejar, Bukan Ditunda

Foto: Deretan truk sampah di TPA Suwung, Denpasar. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR –  Relaksasi terbatas akses ke TPA Suwung selama dua hari dalam sepekan menjadi sinyal keras dari Pemerintah Provinsi Bali bahwa masa transisi pengelolaan sampah tidak boleh berlarut.

Gubernur Bali Wayan Koster menilai kondisi di lapangan masih membutuhkan waktu adaptasi, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlambat perubahan.

“Ini bukan mundur. Ini alaram agar kabupaten/kota serius mengejar kesiapan,” kata Gubernur Koster di Denpasar, Sabtu, 18 April 2026.

Langkah tersebut diambil setelah pemerintah mendengar langsung masukan dari masyarakat, termasuk kelompok pengelola sampah, yang menghadapi kendala dalam penerapan sistem baru.

Meski begitu, Gubernur Koster menegaskan arah kebijakan tetap pada pengolahan berbasis sumber. Bahkan, Gubernur Koster menolak keras jika relaksasi ini ditafsirkan sebagai kompromi terhadap pola lama open dumping. “Kita tidak kembali ke belakang. Kita sedang memaksa sistem ini berjalan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Bupati Satria Sambut Menteri LH di TOSS Center, Klungkung Siap Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Nasional

Gubernur Koster juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar fase transisi tidak menimbulkan gejolak di lapangan. Pemerintah provinsi, lanjut dia, akan terus memastikan arah kebijakan tetap berjalan sesuai rencana, sementara tanggung jawab operasional di lapangan menjadi tugas bersama seluruh pemangku kepentingan. (red).

 

Berita Terkini