Gubernur Koster Lantik 53 Pejabat Tekankan Kinerja dan Implementasi Haluan Bali 100 Tahun

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster melantik 25 pejabat administrator (eselon III) dan 28 pejabat pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, yang bertempat di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis, 11 Desember 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya kinerja terbaik dan soliditas aparatur dalam melayani masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat melantik 25 pejabat administrator (eselon III) dan 28 pejabat pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, bertempat di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis, 11 Desember 2025.

Dalam arahannya, Gubernur Koster mengingatkan bahwa jabatan struktural merupakan posisi yang terbatas dan menjadi dambaan banyak aparatur sipil negara. Oleh karena itu, pejabat yang mendapat promosi diminta mensyukuri kepercayaan yang diberikan dengan menunjukkan kinerja optimal.

“Kita semua tahu, jumlah jabatan struktural itu tidak banyak. Tapi peminatnya besar, karena memang banyak pegawai yang golongan, pendidikan maupun pengalamannya sudah memenuhi,” ujarnya.

Berita Terkait:  Jembrana ‘’Gelar Karpet Merah’’ Sambut Investor Korea

Gubernur Koster menegaskan bahwa proses penempatan pejabat dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan, golongan, dan pengalaman kerja. Ia menyebut telah mempelajari secara mendalam portofolio para pejabat yang diusulkan oleh BKPSDM Provinsi Bali.

“Saya tidak ada ketemu langsung dengan mereka yang promosi atau mutasi. Tapi saya baca satu per satu tentang pendidikan, golongan dan pengalaman mereka. Sedapat mungkin penempatan harus sesuai dengan latar pendidikan, golongan dan pengalaman,” sebutnya.

Lebih lanjut, Gubernur Bali dua periode tersebut meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberikan arahan yang jelas kepada jajaran di bawahnya agar bekerja secara fokus dan profesional.

“Harus tetap solid, jangan ada agenda sendiri, jangan ada yang aneh-aneh. Bekerja fokus tulus lurus supaya apa yang dikerjakan dapat berjalan untuk mencapai hasil terbaik,” urainya.

Berita Terkait:  KI Bali Visitasi PPID Bangli Dorong Desa dan Kelurahan Raih Predikat Informatif

Pada kesempatan itu, Koster juga menyinggung berbagai penghargaan yang berhasil diraih Pemprov Bali. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan utama, melainkan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Karena itu, dimanapun bertugas, tunjukkan kinerja terbaik. Yang di pendidikan, kesehatan, perijinan, semua harus mampu melayani dengan baik supaya masyarakar merasa terbantu. Apalagi dinas yang menangani program prioritas,” harapnya.

Diakhir arahannya, Gubernur Koster mengingatkan seluruh jajaran agar memahami dan mengimplementasikan secara menyeluruh Dokumen Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang mulai dijalankan secara masif pada tahun 2026.

Kepala OPD beserta seluruh jajaran diminta membaca dan mempelajari dokumen tersebut karena akan menjadi pedoman pembangunan Bali lintas sektor hingga tahun 2125.

Berita Terkait:  Serahkan Tali Kasih ke Umat Khonghucu, Bupati Satria Perkokoh Kerukunan Umat lewat "Satria Peduli"

“Karena Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun kita rancang mulai 2025 hingga 2125, artinya lima tahun di awal ini harus berjalan dengan baik sebagai fondasi untuk pelaksanaan tahapan berikutnya,” kata Gubernur Koster.

Menurut Gubernur Koster, lima tahun pertama menjadi fase krusial yang akan menentukan keberhasilan pembangunan Bali dalam jangka panjang.

Pelantikan pejabat administrator dan pengawas tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. (red)

 

Berita Terkini